Paviliun Cahya in-Lite Guncang ARCH:ID 2026, Instalasi Arsitektur Paling Estetik yang Wajib Masuk Feed Anda!
Jangan lewatkan Paviliun Cahya in-Lite di ARCH:ID 2026! Eksplorasi sintesa cahaya dan arsitektur Nusantara yang imersif dan estetik--
Radarpena.co.id - Dunia arsitektur tanah air tengah gempar! Pameran arsitektur paling bergengsi, ARCH:ID 2026, resmi dibuka hari ini di ICE BSD City. Dari sekian banyak inovasi yang tampil, satu nama mendadak jadi buah bibir: Paviliun Cahya persembahan in-Lite LED. Instalasi ini bukan sekadar pameran lampu biasa, melainkan sebuah perjalanan sensorik yang memadukan filosofi Raden Ajeng Kartini dengan kemegahan arsitektur Nusantara.
Jika Anda merasa pencahayaan hanya soal terang dan gelap, maka Anda harus segera merapat ke lokasi. Paviliun Cahya membuktikan bahwa cahaya adalah roh yang menghidupkan ruang. Mengusung tema besar "Skema Sintesa: Integrasi Kolaboratif Arsitektur", in-Lite LED berkolaborasi dengan para srikandi hebat di bidang desain untuk menciptakan pengalaman imersif yang belum pernah ada sebelumnya.
Sintesa Cahaya dan Ruang: Saat Teknologi Bertemu Kearifan Lokal
Banyak orang sering menyepelekan peran lampu dan baru memasangnya saat bangunan sudah jadi. Namun, Commercial Director in-Lite LED, Fransiska Darmawan, mematahkan stigma tersebut. Dalam sesi in-Lite Talks bertema “Sintesa: Ruang, Seni, dan Cahya”, ia menegaskan bahwa cahaya adalah medium yang menghubungkan ruang dengan persepsi manusia.
“Paviliun Cahya kami rancang sebagai instalasi transisi cahaya. Cahaya tidak hadir sebagai hasil akhir saja, melainkan sebuah proses yang mengalir dari ketiadaan menuju kehadiran,” ujar Fransiska. Menariknya, seluruh kolaborator di balik mahakarya ini adalah perempuan, sebuah gerakan nyata untuk merayakan peran wanita dalam dunia konstruksi dan desain yang maskulin.
Inka Dharmawan, Direktur Dharmawan Group, juga menambahkan bahwa integrasi pencahayaan sejak awal desain akan menghasilkan ruang yang jauh lebih kohesif dan berkarakter. Pergeseran tren ini kini tengah melanda pasar properti di Indonesia, di mana klien mulai menuntut pencahayaan yang lebih thoughtful dan tidak sekadar asal terang.
Menelusuri Lorong Waktu: Pengalaman Imersif Tiga Tahap
Arsitek dan seniman Jessica Soekidi, sosok jenius di balik desain Paviliun Cahya, membawa pengunjung dalam perjalanan emosional. Ia mengambil inspirasi dari arsitektur vernakular Indonesia—mulai dari rumah panggung hingga kemegahan candi—yang sejak dulu sudah memahami cara alam berinteraksi dengan cahaya.
Pengunjung yang datang ke ARCH:ID 2026 tidak hanya akan menonton, tetapi "mengalami" cahaya melalui tiga fase dramatis:
- Kegelapan Total: Tahap awal yang menantang indera manusia untuk mencari titik cahaya.
- Temaram Fajar: Transisi lembut yang memberikan ketenangan dan kehangatan ruang.
- Ruang Terang Penuh: Puncak pengalaman di mana semua detail material dan arsitektur terlihat sempurna.
Jessica menekankan bahwa kolaborasi ini sangat krusial karena visi mereka selaras: pencahayaan berkualitas tinggi harus bisa diakses oleh semua kalangan, bukan hanya eksklusif untuk proyek mewah semata.
The Power of Women: Kebangkitan Arsitek Perempuan di ARCH:ID 2026
Ada fakta menarik di balik kemegahan ARCH:ID tahun ini. Dari sekitar 27.000 anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), sebanyak 5.500 atau 20 persen di antaranya adalah perempuan. Angka ini terus tumbuh dan membawa warna baru dalam industri.
Kurator ARCH:ID 2026, Ar. Afwina Kamal, melihat fenomena ini sebagai peluang inklusivitas. Menurutnya, cara kerja perempuan yang kolaboratif, integratif, dan mementingkan keharmonisan sangat tercermin dalam tema sintesa tahun ini. "Di komunitas arsitektur, perempuan kini semakin vokal dan terlihat. Ini adalah kemajuan nyata," tegasnya.
Partisipasi in-Lite kali ini juga mengusung kampanye #TerangIndonesia dan konsep "Beyond Illumination". Mereka ingin membuktikan bahwa keterlibatan perspektif yang beragam dapat memperkaya proses kreatif, menghasilkan desain yang lebih inklusif sekaligus manusiawi bagi penghuninya.
Kolaborasi Lintas Industri: Rahasia di Balik Booth Terbaik
Setelah sukses menyabet gelar The Best Booth pada tahun 2025 lalu, in-Lite LED tidak mau main-main tahun ini. Mereka menggandeng raksasa interior seperti TACO, Sandei, Viro, Himalaya Abadi, Socio Greenhouse, dan Euodia untuk menciptakan ekosistem desain yang holistik.
TACO, sebagai salah satu mitra setia, menyumbangkan berbagai material unggulan mulai dari HPL, TACO Sheet, hingga Flooring untuk memperkuat visual Paviliun Cahya. Andika Tjandra dari TACO menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan agar para pelaku industri melihat material sebagai elemen penting yang membangun kualitas pengalaman ruang secara keseluruhan.
Bagi Anda para pecinta estetika, arsitek muda, atau sekadar pencari konten media sosial yang ikonik, pastikan jangan sampai melewatkan momen ini. Paviliun Cahya in-Lite hanya hadir mulai 23 hingga 26 April 2026 di ICE BSD City. Jangan sampai menyesal karena melewatkan tren arsitektur paling hype tahun ini! (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: