Harga BBM di Singapura Tembus Rekor Tertinggi, Dampak Perang Iran Bikin SPBU Bergejolak
Ilustrasi pengisian BBM di tempat pengisian--Freepik
RADARPENA.CO.ID - Lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Singapura kini mencapai level yang mengkhawatirkan.
Harga bensin di negara tersebut dilaporkan mencetak rekor tertinggi baru, bahkan melampaui angka yang pernah terjadi saat krisis energi akibat perang Ukraina pada 2022.
Kenaikan tajam ini terjadi di tengah gejolak pasokan minyak global setelah konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang memanas sejak akhir Februari 2026.
Menurut laporan media The Straits Times, dampak konflik tersebut mulai terasa di SPBU Singapura hanya dalam waktu sekitar tiga hari setelah perang dimulai pada 28 Februari 2026.
Gangguan pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah menjadi pemicu utama kenaikan harga.
Situasi semakin memburuk setelah muncul ketidakpastian distribusi minyak global, terutama terkait ancaman penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Sebagai negara yang mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyaknya, Singapura sangat rentan terhadap gangguan pasokan global tersebut.
BACA JUGA:Pemerintah Percepat 30 Proyek PSEL, Zulhas Targetkan Sampah Nasional Bisa Diolah Jadi Listrik
Harga BBM RON 95 Tembus Rekor Baru
Lonjakan harga BBM mulai terlihat jelas pada pertengahan Maret 2026.
Operator SPBU besar seperti Caltex menaikkan harga RON 95 sebesar 10 sen menjadi 3,45 dollar Singapura per liter (sekitar Rp 45.838).
Angka ini melampaui rekor sebelumnya sebesar 3,42 dollar Singapura per liter yang terjadi pada Juni 2022, saat krisis energi akibat perang Ukraina.
Kini, harga BBM RON 95 tercatat sekitar 57 sen lebih mahal dibandingkan sebelum konflik Iran pecah.
Bagi pengguna kendaraan, kenaikan ini terasa signifikan. Untuk mengisi penuh tangki berkapasitas 50 liter, pengendara harus mengeluarkan tambahan sekitar 28,50 dollar Singapura atau setara Rp 378 ribu lebih.
Semua Jenis BBM Ikut Naik
Tidak hanya RON 95, kenaikan harga juga terjadi pada berbagai jenis BBM lainnya, seperti:
- RON 92
- RON 98
- BBM premium
- Solar (diesel)
Harga solar bahkan telah melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada Maret 2022.
Operator SPBU dilaporkan menaikkan harga lebih dari sekali dalam sehari, mengikuti fluktuasi harga minyak mentah global yang sangat dinamis.
Di pasaran, harga RON 95 berada di kisaran:
- 3,40 dollar Singapura per liter di SPBU seperti Shell, Esso, dan Sinopec
- Sekitar 3,39 dollar Singapura per liter di SPC
Kenaikan harga yang terjadi dalam waktu singkat memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Sejumlah konsumen menilai kenaikan tersebut terlalu cepat dibandingkan kondisi stok BBM di lapangan.
Seorang pengemudi taksi bahkan menyebut kondisi ini sebagai sesuatu yang tidak wajar.
“Ini perampokan terang-terangan. Ini bahkan bukan minyak baru yang tiba dari daerah perang, ini masih minyak lama.”
Fenomena ini memunculkan dugaan bahwa operator SPBU mungkin mengambil keuntungan dari situasi krisis global.
Berbeda dengan beberapa negara lain, harga BBM di Singapura tidak diatur langsung oleh pemerintah.
Penentuan harga dilakukan oleh masing-masing pengecer berdasarkan mekanisme pasar, khususnya prinsip penawaran dan permintaan.
Salah satu acuan utama adalah Mean of Platts Singapore (MOPS), yaitu rata-rata harga minyak harian yang dipublikasikan oleh S&P Global Platts.
Meski demikian, data MOPS tidak tersedia secara terbuka untuk publik.
Perusahaan energi seperti Caltex menjelaskan bahwa biaya minyak mentah menyumbang hampir 50 persen dari harga eceran BBM.
Selain itu, harga juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti:
- tingkat persediaan
- biaya penyimpanan
- biaya transportasi
- nilai tukar mata uang
- pajak pemerintah
- harga lahan
- kondisi persaingan pasar
Perusahaan Esso juga menegaskan bahwa volatilitas geopolitik di kawasan penghasil minyak secara historis selalu berdampak besar terhadap harga global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: