Drone Kamikaze Iran Hantam Tanker 'Prima' di Selat Hormuz, 20% Suplai Minyak Global Terancam Total
Drone Kamikaze Iran Hantam Tanker 'Prima' di Selat Hormuz, 20% Suplai Minyak Global Terancam Total--
radarpena.co.id - Perairan yang menjadi salah satu urat nadi ekonomi global mendadak berubah menjadi zona konflik.
Pada Sabtu, 7 Maret 2026, sebuah insiden besar terjadi di Selat Hormuz ketika kapal tanker minyak bernama Prima dihantam oleh drone kamikaze milik Iran.
Serangan presisi tersebut dinilai bukan sekadar insiden maritim biasa, melainkan bagian dari eskalasi konflik yang telah meningkat sejak akhir Februari 2026.
Kapal tanker tersebut dilaporkan mencoba menerobos blokade maritim yang diberlakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran selama delapan hari terakhir.
Meski telah menerima beberapa peringatan melalui frekuensi radio internasional, kapal Prima tetap melanjutkan pelayaran hingga akhirnya memicu respons militer dari pihak Iran.
Latar Belakang Ketegangan Iran
Serangan terhadap kapal Prima disebut sebagai bagian dari respons Iran terhadap meningkatnya konflik geopolitik di kawasan tersebut.
Ketegangan memuncak setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah operasi militer yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Sejak peristiwa tersebut, IRGC secara sepihak menetapkan pembatasan pelayaran di Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang dianggap memiliki keterkaitan dengan negara yang menjadi lawan Iran.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui kantor berita Tasnim, pihak IRGC menegaskan sikap tegas mereka terhadap kapal yang melanggar peringatan keamanan.
“Kami tidak sedang bermain-main. Perairan ini adalah garis pertahanan terakhir kami. Setiap kapal yang mengabaikan peringatan keamanan di zona bahaya ini harus menanggung konsekuensi atas tindakan provokatif mereka,” demikian pernyataan resmi dari Kantor Humas IRGC.
BACA JUGA:Trump Mengaku Tak Senang Mojtaba Khamenei Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
Selat Hormuz sebagai Jalur Energi Global
Insiden di Selat Hormuz menjadi perhatian serius bagi dunia karena wilayah ini merupakan salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia.
Selat sempit yang memisahkan Iran dan Uni Emirat Arab tersebut menjadi jalur utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk menuju pasar global.
Berdasarkan data ekonomi maritim internasional, sekitar 20 persen dari total pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap harinya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: