Misi Penyelamatan Berujung Petaka: Kapal Musaffah 2 Lenyap Ditelan Ledakan di Selat Hormuz
Sebuah kapal tug boat Mussafah 2 berbendera Persatuan Emirat Arab (PEA) meledak di Selat Hormuz, di antara perairan UEA dan Oman. (X/@BashaReport)--
Radarpena.co.id - Perairan Selat Hormuz menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan yang menimpa kru kapal tug boat Musaffah 2. Niat hati ingin membantu kapal kontainer Safeen Prestige yang sedang mengalami mati suri akibat gangguan kelistrikan, kapal tersebut justru berakhir tragis. Musaffah 2 meledak hebat pada Jumat dini hari (6/3/2026), meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar terkait keselamatan para awaknya, termasuk sejumlah warga negara Indonesia (WNI).
Detik-Detik Mengerikan di Perairan Oman
Kegelapan malam di Selat Hormuz pecah oleh kobaran api yang membumbung tinggi dari kapal Musaffah 2. Berdasarkan penuturan saksi yang selamat, Sdr. AEN, tim teknisi dan awak kapal sedang berupaya keras menyambungkan perangkat penarik (towing) agar kapal Safeen Prestige bisa segera dievakuasi. Namun, tepat pada pukul 02.00 waktu setempat, sebuah ledakan besar menghantam kapal dan melumpuhkan sistem kendali hingga anjungan.
Kondisi kapal yang saat itu berada di area perairan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman membuat proses evakuasi menjadi sangat menantang. Tim yang terdiri dari 13 personel gabungan (7 awak dan 6 teknisi) terpaksa berhadapan dengan situasi darurat yang tidak terduga.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Elizabeth Mewengkang, mengonfirmasi insiden tersebut kepada awak media, Minggu (8/3/2026). "Saat kejadian tersebut, kapal Musaffa 2 sedang melakukan pengecekan terhadap kontainer Safin Prestige yang rusak," ungkap Yvonne.
Nasib Pilu Awak Kapal Indonesia
Tragedi ini memberi dampak fisik dan psikologis bagi para WNI. Hingga saat ini, satu orang ABK WNI sedang berjuang melawan luka bakar serius di RS Kota Khasab, Oman. Sementara itu, satu teknisi WNI lainnya sudah berada di Abu Dhabi dalam kondisi selamat. Namun, pencarian terhadap tiga orang ABK WNI—Sdr. MP, Sdr. SR, dan Sdr. AS—masih berlangsung sengit.
Pemerintah melalui KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat saat ini mengerahkan seluruh sumber daya untuk memastikan pencarian tiga WNI yang hilang tetap menjadi prioritas utama. Mereka terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan Safeen Provider serta otoritas kelautan di UEA dan Oman untuk memantau setiap jengkal perairan lokasi ledakan.
Penyelidikan Menjadi Fokus Utama
Apa yang memicu ledakan sedahsyat itu? Pihak berwenang saat ini tengah mengumpulkan puing-puing informasi untuk mengungkap penyebab teknis di balik insiden ini. Penyelidikan menyeluruh menjadi harga mati bagi pemerintah Indonesia guna memastikan keamanan para pekerja migran di masa depan.
KBRI Abu Dhabi juga menekankan pentingnya kewaspadaan bagi WNI yang bekerja di sektor maritim di kawasan Timur Tengah. Mengingat medan tugas yang berisiko, para ABK WNI diimbau untuk selalu memantau perkembangan situasi dan rutin berkomunikasi dengan perwakilan RI terdekat.
Bagi keluarga di tanah air maupun rekan sesama pelaut, informasi darurat dapat diakses melalui hotline KBRI Abu Dhabi di +971566156259. Pemerintah RI memastikan akan terus memberikan pendampingan hukum dan kekonsuleran hingga kondisi para korban pulih dan mereka yang hilang dapat segera ditemukan. - Anisha Aprilia/Disway -
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: