Baru Seminggu Teken Perjanjian Dagang, AS 'Tikam' Indonesia dengan Tarif Panel Surya 104%

Baru Seminggu Teken Perjanjian Dagang, AS 'Tikam' Indonesia dengan Tarif Panel Surya 104%

Baru Seminggu Teken Perjanjian Dagang, AS 'Tikam' Indonesia dengan Tarif Panel Surya 104%--

Tindakan ini bukanlah hal baru. Selama lebih dari satu dekade, Amerika Serikat telah secara konsisten menerapkan taktik tarif tinggi untuk membendung arus barang murah dari Asia, khususnya yang terindikasi menggunakan rantai pasok dari China.

Sebelumnya, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Kamboja telah merasakan dampak serupa, di mana angka ekspor mereka ke pasar AS merosot drastis setelah pengenaan tarif serupa.

Kini, Indonesia, India, dan Laos menjadi sasaran berikutnya dalam upaya AS untuk membatasi ketergantungan pada produk impor dan mendorong manufaktur surya dalam negeri.

Bagi Indonesia, ini menjadi tantangan besar. Di saat pemerintah berusaha memperluas pasar melalui perjanjian ART, hambatan non-tarif.

Seperti bea masuk tinggi ini menjadi tembok besar yang harus segera dicarikan solusi diplomatik sebelum industri panel surya domestik benar-benar terpukul.

BACA JUGA:Geger! Produk AS Bebas Label Halal? Perjanjian Dagang RI-Amerika Terancam Batal Demi Hukum!

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: