Lebaran di Rumah Baru! Menteri Dody Kejar Tayang Tuntaskan 44 Blok Huntara Aceh Utara
Menteri PU Dody Hanggodo--
Radarpena.co.id - Kabar gembira datang untuk warga terdampak bencana di Serambi Mekkah! Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, baru saja memberikan angin segar saat meninjau langsung lokasi Hunian Sementara (Huntara) di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Tak tanggung-tanggung, pemerintah memasang target super tinggi: seluruh hunian sementara harus rampung dan bisa kamu huni sebelum Lebaran tiba!
Langkah cepat ini menjadi prioritas utama agar masyarakat tidak lagi berlama-lama dalam ketidakpastian. Menteri Dody ingin memastikan kado hari raya berupa tempat tinggal yang layak dan aman benar-benar terwujud. Fokus utama pembangunan saat ini tersebar di 44 blok huntara yang menjadi tanggung jawab kementerian untuk segera selesai.
Target Ambisius 44 Blok: Solusi Hunian Layak di Aceh Utara
Kementerian PU saat ini sedang berpacu dengan waktu menangani total 44 blok hunian sementara di seluruh Kabupaten Aceh Utara. Khusus di wilayah Langkahan sendiri, kemajuan pembangunan menunjukkan hasil yang sangat positif. Sebanyak 5 blok huntara yang sanggup menampung sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) sudah berdiri kokoh dan bahkan mulai ditempati warga.
Proyek vital ini berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dengan total luas bangunan mencapai 1.440 meter persegi. Dalam pengerjaannya, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU menggandeng PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk memastikan kualitas bangunan tetap jempolan meski dikerjakan dengan tempo cepat.
“Kita hari ini berkunjung ke salah satu huntara di Aceh Utara yang sudah selesai dibangun oleh Kementerian PU. Di sini ada 5 blok, jadi ada sekitar 60 kepala keluarga (KK). Di lokasi lainnya ada lagi sekitar 9 blok. Dengan total huntara yang kita tangani di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 44 blok. Dan itu kita targetkan sebelum lebaran selesai semua sehingga masyarakat dapat segera masuk,” tegas Menteri Dody Hanggodo saat melakukan peninjauan pada Selasa, 24 Februari 2026.
Teknologi Modular: Bangun Cepat Tanpa Gerah
Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana bisa membangun hunian sebanyak itu dalam waktu singkat? Rahasianya ada pada sistem modular. Kementerian PU menggunakan struktur rangka baja ringan yang membuat proses konstruksi berlangsung sangat efisien. Hebatnya, meski pengerjaannya kilat, kenyamanan penghuni tetap menjadi nomor satu.
Setiap unit hunian menggunakan teknologi insulated panel yang berfungsi meredam panas matahari. Jadi, kamu tidak perlu khawatir kepanasan saat berada di dalam. Fasilitas sirkulasi udara juga sangat lengkap, mulai dari ventilasi yang memadai, kipas angin, hingga exhaust fan untuk memastikan udara tetap segar.
Bukan cuma kamar tidur, fasilitas penunjang lainnya pun sudah siap pakai. Kawasan huntara ini dilengkapi dengan toilet komunal, area cuci, dapur bersama, serta instalasi listrik yang mumpuni. Urusan air bersih dan sanitasi juga sudah terjamin, sehingga aktivitas sehari-hari warga bisa berjalan dengan layak dan manusiawi.
Koordinasi Kilat: Bangunan Jadi, Warga Langsung Masuk
Salah satu kunci sukses percepatan ini adalah kerja sama tim yang solid antara pemerintah pusat dan daerah. Menteri Dody memuji sinergi antara Kementerian PU, BNPB, dan Bupati Aceh Utara yang bergerak sangat taktis. Data calon penghuni sudah dikantongi secara lengkap, sehingga tidak ada lagi drama birokrasi saat kunci hunian diserahkan.
Menteri Dody menjelaskan bahwa progres konstruksi di Langkahan secara umum sudah menyentuh garis finis. Saat ini, tim di lapangan hanya melakukan penyempurnaan kecil atau finishing minor. Kecepatan kerja tim memang luar biasa; untuk menyelesaikan satu blok yang diperuntukkan bagi 12 KK, Kementerian PU hanya butuh waktu sekitar 2 minggu saja.
“Ini sudah selesai semua, jadi tinggal penyelesaian pekerjaan kecil-kecil. Dalam menyelesaikan satu blok untuk 12 KK, Kementerian PU membutuhkan waktu sekitar 2 minggu,” jelas Menteri Dody menutup peninjauannya.
Harapan Baru Menuju Hunian Tetap
Kehadiran huntara modular ini menjadi jembatan penting sebelum proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian tetap dimulai. Pemerintah ingin memastikan tidak ada satu pun warga terdampak yang terabaikan keselamatannya. Dengan adanya fasilitas yang aman dan layak ini, masyarakat Aceh Utara bisa menyambut Lebaran dengan hati yang lebih tenang dan penuh harapan baru.
Pembangunan huntara ini membuktikan bahwa pemerintah hadir memberikan solusi nyata di tengah situasi sulit. Mari kita doakan agar target sebelum lebaran ini benar-benar tercapai 100 persen tanpa kendala berarti di lapangan. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: