Rupiah Tersungkur! Dolar AS Hantam Rp16.855 di Awal Perdagangan

Rupiah Tersungkur! Dolar AS Hantam Rp16.855 di Awal Perdagangan

Nilai dolar terhadap rupiah hari ini--

Radarpena.co.id - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada awal perdagangan di Jakarta, Rabu 18 Februari 2026. Mata uang Garuda tercatat turun 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.855 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.837 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah sentimen global yang masih dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS dan dinamika pasar keuangan internasional. Fluktuasi nilai tukar dalam beberapa waktu terakhir juga dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat serta perkembangan data ekonomi global.

Analis pasar keuangan menilai penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang emerging market, termasuk rupiah, didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global serta tensi geopolitik yang masih berlangsung turut memicu investor cenderung menempatkan dana pada instrumen yang dianggap lebih aman.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati stabilitas inflasi, kinerja neraca perdagangan, serta arus modal asing di pasar obligasi dan saham. Bank Indonesia sebelumnya menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi terukur di pasar valas dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder jika diperlukan.

Selain faktor eksternal, permintaan dolar AS untuk kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri juga menjadi salah satu penekan rupiah. Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih relatif solid, ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang terkendali.

Sejumlah ekonom memproyeksikan pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan bergerak fluktuatif, mengikuti sentimen global dan perkembangan kebijakan moneter negara-negara maju. Investor pun disarankan tetap mencermati perkembangan data ekonomi global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pasar keuangan.

Dengan pelemahan tipis pada awal perdagangan ini, pelaku pasar akan menunggu respons lanjutan dari pasar regional serta rilis data ekonomi terbaru yang dapat menjadi katalis pergerakan nilai tukar dalam beberapa hari ke depan. *

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: