1.900 Personel Gabungan Patroli Tiap Malam Selama Ramadan, Pemprov DKI Perketat Pengamanan

1.900 Personel Gabungan Patroli Tiap Malam Selama Ramadan, Pemprov DKI Perketat Pengamanan

Foto : Ilustrasi/Satpol PP DKI Jakarta-Foto : Ilustrasi/Satpol PP DKI Jakarta-

Radarpena.co.id -Pengamanan Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah di Jakarta diperkuat dengan patroli rutin ribuan personel gabungan setiap malam. Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama bulan ibadah berlangsung.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengatakan sebanyak 1.900 personel diterjunkan setiap hari untuk berpatroli di berbagai wilayah ibu kota.

“Kalau personel, setiap malam, setiap hari itu berjumlah 1.900 orang. Pasti mereka patroli rutin tiap malam di wilayah,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan di Jakarta, Selasa.

Menurut Satriadi, kekuatan tersebut merupakan personel gabungan dari unsur TNI dan Polri. Ia berharap kehadiran aparat di lapangan dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat selama menjalankan ibadah puasa.

Razia Miras Digencarkan

Selain patroli rutin, Satpol PP DKI Jakarta juga mulai menggencarkan operasi penertiban minuman keras menjelang Ramadhan.

"Untuk pengamanan atau penertiban minuman-minuman keras, rutin kita laksanakan di tiap lima wilayah kota seluruhnya," katanya.

Dalam operasi yang dilakukan di tiga lokasi di Jakarta pada akhir pekan lalu, petugas menyita total 184 botol minuman keras dari berbagai merek. Berdasarkan data rekap, penyitaan terbanyak terjadi di Kecamatan Kembangan dengan 108 botol pada Jumat 13 Februari sore.

Pada waktu yang hampir bersamaan, aparat juga mengamankan 51 botol di Kecamatan Matraman dan 25 botol lainnya di Kecamatan Pulogadung.

Tunggu Edaran Penertiban Hiburan Malam

Terkait pengawasan tempat hiburan malam selama Ramadhan, Satriadi menyebut pihaknya masih menanti surat edaran resmi dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta.

Di sisi lain, ia turut mengingatkan masyarakat untuk tidak menggelar kegiatan Sahur On The Road (SOTR) yang kerap menimbulkan gangguan ketertiban.

“Kami imbau kepada masyarakat agar tidak melaksanakan itu. Lalu jangan sampai organisasi masyarakat melakukan 'sweeping' rumah makan,” ungkap Satriadi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga ketertiban sehingga Ramadhan tahun ini berjalan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: