Masif! Kementerian PU Serap 44.954 Tenaga Kerja Lokal Lewat Padat Karya

Masif! Kementerian PU Serap 44.954 Tenaga Kerja Lokal Lewat Padat Karya

Padat karya Kementerian PU--

Radarpena.co.id - Harapan baru mulai tumbuh di tengah sisa-sisa lumpur yang mengendap di Aceh Tamiang. Kamu mungkin merasa sedih melihat bangunan sekolah seperti SMK 3 Aceh Tamiang yang rusak, namun di balik itu semua, roda ekonomi warga mulai berputar kembali. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tidak hanya sibuk membangun jembatan atau jalan, mereka kini melibatkan ribuan tangan warga lokal untuk membangun kembali masa depan mereka sendiri.

Melalui Program Padat Karya Tunai, kementerian di bawah pimpinan Menteri PU Dody Hanggodo ini menciptakan gebrakan besar. Hingga 17 Januari 2026, sebanyak 44.954 orang tenaga kerja lokal telah bergabung dalam program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM). Fokus utamanya adalah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang baru saja luluh lantak akibat banjir bandang serta tanah longsor.

Menteri PU: Ekonomi Harus Bergulir 24 Jam!

Pemerintah menyadari betul bahwa membangun fisik saja tidak cukup jika perut warga masih kosong. Oleh karena itu, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa proses pembersihan dan perbaikan infrastruktur berjalan nonstop 24 jam dengan melibatkan TNI, Polri, dan masyarakat. Langkah cepat ini bertujuan agar warga yang sebelumnya kehilangan sawah atau warung bisa segera memiliki pendapatan kembali.

“Kita harus bergerak cepat supaya perekonomian segera bergulir lagi. Masyarakat harus segera punya income kembali, apalagi banyak yang sebelumnya petani dan usahanya rusak akibat bencana,” ujar Menteri Dody pada Senin, 19 Januari 2026. Di area yang tidak terjangkau alat berat, para pekerja padat karya inilah yang menjadi ujung tombak dengan menggunakan peralatan kecil namun efektif menjangkau pemukiman warga.

Kisah Haru di Balik Cangkul: Penyelamat Dapur Keluarga

Bagi warga seperti Tri Kurniawan dari Karang Baru, program ini bukan sekadar pekerjaan biasa. Setelah banjir menghancurkan mata pencahariannya, ia kini giat membersihkan fasilitas publik mulai dari kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang hingga sekolah-sekolah. Upah harian yang ia terima menjadi tumpuan utama untuk menghidupi orang tuanya yang kini tidak lagi mampu bekerja pasca bencana.

Nasib serupa juga menimpa Ikhsan Putra, seorang pedagang makanan ringan di Kuala Simpang yang warungnya hancur terendam banjir. Alih-alih meratapi nasib, Ikhsan kini ikut mengurusi drainase dan saluran air melalui padat karya Kementerian PU. Penghasilan ini ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan harian serta membiayai sekolah anak-anaknya. "Saya bisa tetap punya penghasilan sambil membersihkan daerah sendiri," tuturnya dengan penuh rasa syukur.

Padat Karya Jadi Bantalan Ekonomi Sumatera

Program pemulihan pascabencana berbasis Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) ini terbukti menjadi penyelamat bagi puluhan ribu warga di Sumatera. Dengan menyerap hampir 45 ribu tenaga kerja, Kementerian PU berhasil menciptakan jaring pengaman sosial yang nyata. Selain mempercepat perbaikan fasilitas umum, program ini memastikan uang tetap beredar di tingkat masyarakat bawah, sehingga daya beli warga tidak lumpuh total.

Kini, percepatan pemulihan bukan lagi sekadar janji. Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan tenaga kerja lokal, Sumatera siap bangkit lebih kuat. Kehadiran program padat karya tunai ini membuktikan bahwa penanganan bencana paling efektif adalah dengan memberikan alat dan kesempatan bagi masyarakat untuk menolong diri mereka sendiri. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: