Kabupaten Banjar Kalsel Terkepung Banjir: 18 Ribu Lebih Jiwa Terdampak

Kabupaten Banjar Kalsel Terkepung Banjir: 18 Ribu Lebih Jiwa Terdampak

Banjir Kalsel makin meluas--ist

BANJAR, RADARPENA.CO.ID - Alam kembali menguji ketangguhan warga Kabupaten Banjar. Akibat guyuran hujan ekstrem selama beberapa hari terakhir, banjir besar meluas hingga merendam 89 desa di 14 kecamatan. Hingga Minggu (28/12/2025) pagi, tercatat 18.348 jiwa kini berjuang di tengah kepungan air.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Banjar, skala dampak bencana kali ini sangat masif:

  • Rumah Terdampak: 5.206 unit rumah tergenang, dengan 1.714 di antaranya terendam cukup dalam.
  • Warga Mengungsi: 302 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di posko darurat.

Kecamatan Terparah: Mulai dari Martapura, Sungai Tabuk, hingga Karang Intan dan Astambul masih berjuang melawan debit air yang dinamis.

BACA JUGA:Pertumbuhan Kredit Kuat dan DPK Meningkat, Fungsi Intermediasi Bank Mandiri Solid di Akhir Tahun

Di balik angka-angka tersebut, terdapat ribuan nyawa yang membutuhkan perhatian khusus. Plt Kepala BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, menegaskan bahwa fokus utama tim gabungan saat ini adalah mereka yang paling berisiko.

“Kelompok rentan menjadi prioritas mutlak kami dalam penanganan darurat,” ujar Yayan.

Saat ini, tercatat ada 113 ibu hamil, 505 lansia, serta hampir 500 bayi dan balita yang berada di wilayah terdampak. Keamanan dan pemenuhan gizi mereka menjadi misi utama personel di lapangan.

Bahu-membahu di tengah genangan, personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, hingga Tim Reaksi Cepat (TRC) terus menyisir lokasi-lokasi terisolasi.

Tugas mereka berat: melakukan pendataan cepat, pengecekan rutin debit air, hingga memastikan distribusi bantuan logistik sampai ke tangan yang tepat.

BACA JUGA:Polytron G3 Series Unjuk Gigi di Pasar EV, Ini Deretan Keunggulan SUV Listrik Lokal

Daftar Wilayah yang Masih Tergenang

Bagi warga yang ingin memantau atau menyalurkan bantuan, berikut adalah beberapa titik fokus kecamatan yang masih terdampak signifikan:

  • Martapura & Martapura Barat/Timur: Wilayah seperti Bincau, Tunggul Irang, dan Teluk Selong masih terpantau tinggi.
  • Karang Intan: Mencakup wilayah luas dari Awang Bangkal hingga Sungai Landas.
  • Sungai Tabuk & Kertak Hanyar: Lok Buntar dan Simpang Empat menjadi titik krusial.
  • Pengaron & Mataraman: Akses di beberapa desa seperti Mangkauk dan Bawahan Pasar terus dipantau.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak meremehkan kenaikan debit air. Mengingat intensitas hujan yang masih sulit diprediksi, warga diminta segera melapor ke aparat desa atau Satgas terdekat jika kondisi air di dalam rumah mulai membahayakan keselamatan, terutama bagi mereka yang memiliki anggota keluarga lansia atau bayi.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: