Peringatan Dini BMKG! Daftar 14 Zona Megathrust 'Merah' di Indonesia, Waspada Ancaman Gempa Besar dan Tsunami
Peta Sumber Gempa Megathrust Wilayah Indonesia (PuSGeN, 2022). Dokumentasi BBMKG wilayah V Jayapura--Antara
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi merilis pembaruan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024.
Dalam dokumen tersebut, BMKG menyoroti keberadaan 14 zona megathrust yang kini diklasifikasikan sebagai zona merah, menandakan tingginya potensi gempa besar yang berpeluang memicu tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.
Pembaruan peta ini menjadi alarm serius bagi mitigasi bencana nasional. Para ahli menegaskan, perubahan tersebut bukan sekadar penambahan wilayah rawan gempa, melainkan mencerminkan pergeseran dan peningkatan potensi aktivitas seismik yang perlu diantisipasi secara menyeluruh.
Zona Megathrust Bertambah, Risiko Bencana Meningkat
Jika dibandingkan dengan peta edisi 2017 yang mencatat 13 zona megathrust, edisi terbaru tahun 2024 menambahkan satu zona baru, sehingga totalnya kini menjadi 14 zona.
Fakta ini menunjukkan bahwa sejumlah wilayah yang sebelumnya dinilai relatif aman, kini perlu meninjau ulang kesiapsiagaan bencana, mulai dari penguatan infrastruktur hingga peningkatan literasi kebencanaan masyarakat.
BMKG juga mengungkap, beberapa zona megathrust memiliki potensi gempa dengan kekuatan sangat besar. Zona Megathrust Jawa misalnya, diperkirakan mampu memicu gempa hingga magnitudo 9,1, sementara kawasan Enggano dan Mentawai–Pagai berpotensi mengalami gempa hingga magnitudo 8,9.
Daftar 14 Zona Megathrust Indonesia dan Potensi Magnitudonya
Berikut daftar lengkap 14 zona megathrust di Indonesia berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024:
- Megathrust Aceh–Andaman (M 9,2)
- Megathrust Nias–Simeulue (M 8,7)
- Megathrust Batu (M 7,8)
- Megathrust Mentawai–Siberut (M 8,9)
- Megathrust Mentawai–Pagai (M 8,9)
- Megathrust Enggano (M 8,9)
- Megathrust Jawa (M 9,1)
- Megathrust Jawa Barat (M 8,9)
- Megathrust Jawa Timur (M 8,9)
- Megathrust Sumba (M 8,9)
- Megathrust Sulawesi Utara (M 8,5)
- Megathrust Palung Cotobato (M 8,3)
- Megathrust Filipina Selatan (M 8,2)
- Megathrust Filipina Tengah (M 8,1)
Kapan Gempa Megathrust Terjadi?
Terkait waktu terjadinya gempa megathrust, BMKG menegaskan belum ada kepastian. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa pembahasan mengenai megathrust terus dilakukan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mendorong kesiapsiagaan masyarakat.
“Isu megathrust sebenarnya bukan hal baru. Sudah lama dibahas. Namun mengapa kami terus mengingatkan? Tujuannya agar masyarakat tidak hanya mendengar, tetapi segera melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko bencana,” ujar Dwikorita.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: