Potongan Al-Qur’an Ditemukan Utuh di Lokasi Kebakaran Desa Dumu Bima, Isinya Bikin Relawan Nangis
Potongan Al Quran--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kebakaran besar yang melanda Desa Dumu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, meninggalkan luka mendalam bagi warganya.
Puluhan rumah luluh lantak, harta benda habis tak bersisa, dan warga kehilangan tempat tinggal dalam hitungan jam. Puing-puing hitam kini menjadi saksi pahit atas musibah yang terjadi.
Namun, di tengah kesedihan dan kepenatan para relawan yang sibuk menyalurkan bantuan, sebuah kejadian tak terduga membuat semua orang terdiam dan meneteskan air mata.
BACA JUGA:Cegah Inflasi Jelang Nataru, Prabowo Minta Menu MBG Ganti Daging atau Telur Puyuh
Ayat Al-Qur’an Utuh di Tengah Puing Kebakaran
Saat proses pembersihan puing berlangsung, tim pelajar dari OSIS SMANSATU Langgudu menemukan selembar potongan ayat suci Al-Qur’an yang masih utuh tanpa terbakar sedikit pun.
Potongan tersebut berasal dari Surat Al-Hasyr ayat 2, ayat yang menyeru manusia untuk mengambil hikmah dari setiap peristiwa dan bahwa semua yang terjadi sudah menjadi ketetapan Allah.
Yang membuat suasana kian haru, kertas kecil berisi ayat suci itu berada tepat di tengah bangunan yang hangus. Sementara kayu, dinding, dan atap rumah di sekitarnya sudah rata dengan tanah, lembaran ayat itu seolah “dilindungi”.
Relawan, warga, hingga siswa yang saat itu berada di lokasi langsung menangis terharu. Suasana mendadak hening—momen tersebut seperti menjadi pengingat spiritual bahwa musibah ini bukan sekadar ujian fisik, tetapi juga ujian iman.
BACA JUGA:Nova Arianto Resmi Naik Kelas, PSSI Segera Seleksi Pelatih Baru Timnas Indonesia U17
Relawan Datang Bawa Bantuan dan Dukungan Emosional
Dalam misi kemanusiaan ini, OSIS SMANSATU Langgudu membawa bantuan berupa pakaian layak pakai, makanan siap konsumsi, air bersih, dan perlengkapan harian untuk para korban.
Selain bantuan fisik, mereka juga hadir untuk mendampingi warga yang secara mental sedang berada di titik rapuh.
Mereka memeluk, menguatkan, dan membacakan doa bersama.
Ketua OSIS menyampaikan bahwa ditemukannya ayat suci tersebut terasa seperti pesan penguat dari Allah—bahwa di balik setiap musibah, selalu ada hikmah, pelajaran, dan alasan untuk tetap bersabar.
“Musibah ini bukan hanya menguji fisik dan harta, tetapi juga mental dan keimanan kita,” ujar salah satu relawan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: