Kapal Tanker MT Federal II Meledak di Batam, 10 Tewas dan 21 Luka-Luka, Berikut Daftar Korbannya

Kapal Tanker MT Federal II Meledak di Batam, 10 Tewas dan 21 Luka-Luka, Berikut Daftar Korbannya

Kapa tanker MT Federal II meledak--Youtube

BATAM, RADARPENA.CO.ID - Tragedi memilukan kembali mengguncang dunia industri galangan kapal di Batam.

Kapal tanker MT Federal II meledak dan terbakar hebat di area PT ASL Marine Shipyard, Tanjung Uncang, Rabu (15/10/2025) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

Ledakan tersebut terjadi saat proses perbaikan di dalam Cargo Oil Tank (COT) berlangsung, menewaskan 10 pekerja dan melukai 21 lainnya, termasuk 7 korban luka berat.

Kebakaran besar ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan pemerintah daerah. Seluruh korban kini telah berhasil diidentifikasi oleh tim medis dan kepolisian.

BACA JUGA:Heboh! Emak-emak Geruduk Kantor BGN, Minta Program MBG Dihentikan

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Barelang Kombes Pol. Zaenal Arifin membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar, terjadi kecelakaan kerja di kapal MT Federal II, di lokasi dan kapal yang sama seperti kejadian sebelumnya,” ujar Zaenal di Batam.

Ia menjelaskan, sebanyak 28 pekerja menjadi korban, dengan 10 meninggal dunia dan 18 lainnya mengalami luka-luka.

Jumlah korban kali ini bahkan lebih besar dibandingkan tragedi sebelumnya pada 24 Juni 2025, yang menewaskan 4 orang.

BACA JUGA:Prediksi Dewa United vs Madura United di Super League 16 Oktober 2025: Banten Warriors Bidik 3 Poin

Seluruh korban telah dievakuasi ke empat rumah sakit di Batam, yakni RSUD Embung Puteri, RS Mutiara Aini, RS Elizabeth, dan RS Graha Hermine.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ledakan terjadi ketika sejumlah pekerja dari PT Rotary Engineer dan PT PTM sedang melakukan pekerjaan panas (hot work) di dalam tangki kapal.

Diduga kuat, sisa minyak di dalam tangki dan buruknya sirkulasi udara memicu percikan api yang menyebabkan ledakan dahsyat.

Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB, namun kobaran api yang cepat menyebar sudah menimbulkan banyak korban jiwa dan luka berat di lokasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: