27 Hari Pencarian, Akhirnya 7 Korban Longsor Tambang Freeport Ditemukan

27 Hari Pencarian, Akhirnya 7 Korban Longsor Tambang Freeport Ditemukan

Upaya penyelamatan 7 pekerja tambang PT Freeport--Freeport

TIMIKA, RADARPENA.CO.ID - Setelah melalui perjuangan panjang selama 27 hari pencarian tanpa henti, tujuh pekerja tambang yang tertimbun longsoran material di area Grasberg Block Cave, Tembagapura, akhirnya berhasil ditemukan.

Pihak PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi menyatakan proses penyelamatan berakhir pada Minggu (5/10) malam.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Timika, manajemen PTFI menyampaikan bahwa tim penyelamat gabungan yang terdiri dari PTFI, Kementerian ESDM, Polres Mimika, Basarnas, dan BPBD berhasil mengevakuasi lima jenazah terakhir setelah bekerja di medan ekstrem selama hampir sebulan penuh.

“Setelah bekerja tanpa henti selama 27 hari penuh tantangan, tim penyelamat akhirnya menemukan dan mengevakuasi lima rekan kerja kami yang sebelumnya terjebak di lokasi insiden,” tulis manajemen PTFI dalam pernyataannya, Senin (6/10).

BACA JUGA:12 Hari Tragedi Longsor Freeport Mimika: Dua Korban Ditemukan Tewas, Lima Masih Hilang

Kelima korban yang ditemukan terakhir adalah karyawan PT Redpath Indonesia, yakni:

  1. Zaverius Magai
  2. Holong Gembira Silaban
  3. Dadang Hermanto
  4. Balisang Telile (warga Afrika Selatan)
  5. Victor Bastida Ballesteros (warga Chili)

Sementara itu, dua korban lainnya yang merupakan karyawan PT Cita Contract telah ditemukan lebih dulu pada Sabtu (20/9), juga dalam kondisi meninggal dunia.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kehilangan tujuh pekerja tersebut.

“Mereka adalah sahabat dan bagian dari keluarga besar Freeport Indonesia. Kehilangan ini membawa duka mendalam bagi kita semua. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban,” ujar Tony.

BACA JUGA:Sudah 5 Hari, 7 Pekerja Freeport Masih Terjebak Longsor di Tambang Bawah Tanah Grasberg

Ia menambahkan, perusahaan memberikan pendampingan penuh bagi keluarga korban, serta memastikan penanganan jenazah dilakukan dengan penuh hormat.

Empat jenazah akan diterbangkan ke Jakarta pada Senin siang untuk dikebumikan di kampung halaman masing-masing, sementara Zaverius Magai akan dimakamkan di Kuala Kencana, Timika.

Proses penyelamatan ini disebut sangat menantang, lantaran lokasi longsor berada di area bawah tanah dengan volume material basah mencapai sekitar 800 ribu ton.

“Penyelamatan memerlukan waktu panjang karena kondisi lokasi sangat sulit. Terima kasih kepada seluruh tim penyelamat yang telah bekerja siang malam serta kepada pihak-pihak yang memberikan dukungan tenaga, pikiran, dan doa,” kata Tony.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: