12 Hari Tragedi Longsor Freeport Mimika: Dua Korban Ditemukan Tewas, Lima Masih Hilang

12 Hari Tragedi Longsor Freeport Mimika: Dua Korban Ditemukan Tewas, Lima Masih Hilang

Upaya penyelamatan 7 pekerja tambang PT Freeport--Freeport

MIMIKA, RADARPENA.CO.ID - Tim penyelamat akhirnya menemukan dua jenazah pekerja tambang Freeport yang tertimbun material basah di lokasi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) Tembagapura, Papua Tengah, Sabtu (20/9/2025) pagi.

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menjelaskan, kedua korban ditemukan sekitar pukul 08.45 WIT dalam kondisi masih utuh. Mereka ditemukan di satu titik, tertimpa longsoran material basah.

“Kedua jenazah ditemukan di lokasi yang sama. Saat ini sedang dilakukan proses identifikasi oleh Tim Inavis Polres Mimika untuk kemudian dilakukan visum,” ujar Billyandha.

BACA JUGA:Sudah 5 Hari, 7 Pekerja Freeport Masih Terjebak Longsor di Tambang Bawah Tanah Grasberg

Korban diketahui bernama Irawan (46), warga asal Cilacap, Jawa Tengah, dan Wigih Hartono (37), warga asal Tulungagung, Jawa Timur. Rencananya, usai proses identifikasi dan visum, jenazah akan segera diterbangkan ke kampung halaman masing-masing.

Lima Masih Hilang

Meski dua pekerja telah ditemukan, tim penyelamat masih berjuang mencari lima pekerja lainnya yang terjebak sejak insiden longsor material basah terjadi pada Senin (8/9/2025) malam.

Diketahui, tujuh pekerja yang terperangkap terdiri dari lima kru PT Redpath Indonesia serta dua kru elektrik PT Cipta Kontrak di bawah Divisi Operation Maintenance PT Freeport Indonesia (PTFI).

VP Corporate Communications PTFI Katri Krisnati menegaskan, tim penyelamat terus bekerja siang dan malam dengan bantuan alat berat jarak jauh (remote loader), bor, hingga drone. Namun, tantangan terbesar adalah volume material basah yang sangat besar dan masih aktif bergerak.

BACA JUGA:PT Freeport Indonesia Buka Lowongan Marketing Manager Smelter, Penempatan Jakarta

“Proses penyelamatan ini sangat kompleks dan penuh risiko. Jumlah material yang menutup lokasi lebih besar dibanding kejadian sebelumnya. Meski begitu, kami tidak akan menyerah dan terus mengerahkan segala daya upaya,” jelas Katri.

Hingga kini, keluarga para pekerja masih menunggu kabar terbaru dari lokasi tambang bawah tanah GBC. Proses pencarian diharapkan segera membuahkan hasil agar kelima korban yang masih hilang dapat ditemukan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: