Ngeri! Seluruh Ekspor Cengkih Indonesia Diblokir, Penyebabnya Karena Tercemar Radioaktif

Ngeri! Seluruh Ekspor Cengkih Indonesia Diblokir, Penyebabnya Karena Tercemar Radioaktif

Ilustrasi cengkih Indonesia terkontaminasi zat radioaktif--ist

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Ekspor rempah Indonesia kembali diterpa isu serius. Kali ini, cengkih Indonesia diduga terpapar zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) setelah laporan resmi dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Laporan tersebut muncul tak lama setelah kasus serupa menimpa produk udang beku Indonesia yang juga terdeteksi mengandung Cs-137 dan ditolak masuk ke AS.

Menanggapi isu sensitif ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq langsung mengambil langkah tegas. 

BACA JUGA:Sejarah dan Filosofi Hari Batik Nasional: Warisan Budaya Indonesia yang Mendunia

Ia mengumumkan bahwa pemerintah menetapkan Status Keadaan Khusus Radiasi di kawasan Cikande, Banten.

“Di Cikande, kegiatan keluar masuk barang kini dikontrol ketat. Kami memasang pos dengan detektor radiasi. Saat ini ada sembilan detektor portable dari Gegana, BRIN, dan BPN,” jelas Menteri Hanif, Kamis (2/10/2025).

Pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan Radiation Portal Monitoring (RPM) untuk memperkuat pengawasan keluar masuk barang dari kawasan industri.

“Kami sudah menurunkan tim, dan rencananya Sabtu besok saya akan turun langsung ke lokasi,” tambahnya.

Dampak pada Ekspor Cengkih

FDA AS memastikan bahwa salah satu perusahaan eksportir cengkih asal Indonesia telah mengirim ratusan ribu kilogram cengkih sepanjang tahun ini.

BACA JUGA:Kasus Keracunan Makanan MBG Terus Terjadi, Kali Ini Menimpa 68 Siswa SMPN 3 Banjar

Namun, seluruh produk kini diblokir masuk ke Amerika Serikat setelah terdeteksi mengandung Cs-137.

Kasus ini menjadi pukulan telak kedua bagi sektor pangan ekspor Indonesia setelah sebelumnya udang beku juga mengalami penolakan akibat dugaan kontaminasi radioaktif.

Hingga kini, sumber pasti kontaminasi radioaktif pada cengkih masih dalam penyelidikan. Beberapa pihak menduga paparan berasal dari limbah industri atau logam bekas di sekitar pabrik pengolahan, seperti halnya kasus udang sebelumnya.

Meski kadar Cs-137 yang ditemukan disebut masih di bawah ambang batas kesehatan, paparan jangka panjang dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko kanker.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: