Ngeri! Ompreng MBG Diduga Mengandung Babi, Begini Respon Pemerintah
Ilustrasi Ompreng MBG--ist
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Isu mengejutkan tengah ramai diperbincangkan publik. Ompreng atau wadah makanan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga mengandung minyak babi.
Kabar tersebut sontak membuat geger masyarakat, hingga akhirnya pihak Istana buka suara untuk menenangkan publik.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi memastikan pemerintah tidak tinggal diam.
Ia menegaskan, pengujian akan dilakukan oleh BPOM maupun laboratorium independen demi memastikan ompreng MBG bebas dari kandungan minyak babi.
BACA JUGA:196 Siswa SD di Sragen Keracunan Makanan MBG, Begini Respons Kepala BGN
“Sejauh ini kita tidak menemukan (indikasi). Kalau ada kekhawatiran, kita uji saja. Bisa diuji di BPOM,” tegas Hasan di Gedung Kwartir Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025).
Hasan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu sensitif tanpa dasar kuat. “Tadi saya sudah ketemu Kepala BPOM, intinya hal seperti ini harus diperiksa secara ilmiah, bukan sekadar isu,” tambahnya.
Respons Badan Gizi Nasional (BGN)
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) juga ikut merespons dugaan ompreng MBG yang disebut-sebut impor dari Chaoshan, China.
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan pihaknya belum pernah mengadakan ompreng MBG dari China.
“Sedang dicek ulang (check and recheck). BGN belum pernah mengadakan,” kata Dadan, dikutip Antara.
BACA JUGA:Ucapan Selamat Datang Bulan Maulid Nabi 2025, Sambut dengan Penuh Syukur dan Cinta Rasul
Awal Mula Isu Ompreng Mengandung Babi
Isu ini bermula dari laporan Indonesia Business Post yang melakukan investigasi di Chaoshan, Provinsi Guangdong, China.
Laporan tersebut menyebutkan ada 30–40 pabrik yang memproduksi ompreng makanan untuk pasar global, termasuk yang diduga masuk ke Indonesia untuk program MBG.
Dalam laporan itu juga diungkapkan adanya praktik pemalsuan label ‘Made in Indonesia’ dan logo SNI pada ompreng yang sebenarnya dibuat di China. Tak hanya itu, investigasi turut menyoroti dugaan:
Penggunaan ompreng tipe 201 yang mengandung mangan tinggi sehingga berbahaya bila dipakai untuk makanan asam.
Indikasi penggunaan minyak babi (lard) dalam proses produksinya.
Meski begitu, Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebelumnya telah menetapkan SNI 9369:2025 terkait wadah bersekat (food tray) berbahan baja tahan karat untuk mendukung Program MBG, sehingga klaim tersebut masih perlu pembuktian ilmiah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: