Viral Perempuan Pandu Difabel Netra di Stadion Maguwoharjo, Momen Haru di Laga PSS Sleman
Seorang perempuan pandu difabel netra di Stadion Maguwoharjo--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Ada momen penuh makna di Stadion Maguwoharjo, Sleman, saat laga persahabatan antara PSS Sleman melawan PSPS Pekanbaru, Jumat, 22 Agustus 2025.
Sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan dengan sabar memandu seorang difabel netra di tribun penonton mendadak viral dan menuai banyak pujian dari warganet.
Bagi Adit, bocah difabel netra yang hadir malam itu, pengalaman ini menjadi kenangan pertama menonton langsung pertandingan sepak bola.
Suara drum, chants suporter, dan sorakan ribuan orang memenuhi stadion, menghadirkan aura tersendiri meski ia tak dapat melihat langsung.
Dalam laga tersebut, sejumlah anak penyandang disabilitas hadir bersama komunitas inklusif Sadar Belajar yang digagas oleh Achmad Novrizal, alumnus UNY.
Tujuannya sederhana, yakni mengenalkan fasilitas umum, termasuk stadion, kepada anak-anak difabel yang jarang memiliki kesempatan mengakses ruang publik.
BACA JUGA:
- Fakta-Fakta Pasha Ungu Mundur dari DPR yang Lagi Viral
- Viral! Kisah Pilu Jenazah Munandar Samania Dibawa Motor Ojek Sejauh 49 Km di Bone Bolango
- Viral! Pengantin di Jateng Bagi Souvenir Anti-Mainstream: Sayuran Segar Jadi Oleh-oleh Tamu
Tak hanya itu, inisiatif ini juga didukung UPT Maguwoharjo dan komunitas suporter 11.5 Roots yang berperan sebagai "Teman Bisik" atau pemandu personal.
Mereka duduk mendampingi anak-anak, mendeskripsikan jalannya pertandingan dengan penuh kesabaran agar mereka bisa merasakan atmosfer sepak bola secara lebih nyata.
Salah satu momen paling mengharukan adalah ketika Adit, yang awalnya sempat gugup, akhirnya tersenyum lebar setelah mendengar nama idolanya, Gustavo Tocantins, disebut.
Ia bahkan berkata dengan polos, "Rasanya nagih, pengen lagi!"
Selain Adit, ada juga Aswanda, seorang anak tunawicara, yang mengekspresikan kegembiraannya lewat bahasa tubuh.
Setiap kali drum dipukul dan chants suporter menggema, ia ikut melompat dan meninju udara. Bahasa tubuhnya menjadi bukti bahwa kebahagiaan tak selalu butuh kata-kata.
Puncak kebahagiaan terjadi ketika PSS Sleman berhasil menjebol gawang PSPS Pekanbaru.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: