Viral! Ikon Tangan JPO Siger Milenial Bandar Lampung Retak, Walkot Pastikan Itu Hoaks

Viral! Ikon Tangan JPO Siger Milenial Bandar Lampung Retak, Walkot Pastikan Itu Hoaks

JPO Siger Milenial Bandar Lampung-tangkapan layar-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Beredar kabar di media sosial mengenai Ikon jari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siger Millenial yang disebut mengalami retakan.

Informasi ini menjadi viral sejak Rabu (13/8/2025), dan memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat mengingat proyek JPO tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp 20,5 miliar.

Namun, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana segera menepis kabar tersebut. Ia memastikan bahwa informasi mengenai retaknya JPO Siger Millenial adalah hoaks.

Eva Dwiana: “Itu Bukan Retak, Tapi Lumut”

Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Eva Dwiana saat meninjau lokasi JPO pada Kamis (14/8/2025). Ia menunjukkan secara langsung kondisi fisik JPO kepada awak media.

“Bisa dilihat sendiri, bahwa informasi di medsos soal JPO Siger Millenial retak adalah hoaks. Ini sengaja belum bunda bersihkan supaya teman-teman media bisa lihat sendiri, ini lumut, bukan retak,” tegasnya.

BACA JUGA:Persib Bandung Lolos Fase Grup ACL Two 2025-26, Marc Klok: Saya Tak Menikmati

BACA JUGA:9 Cara Ampuh Mengatasi Morning Sickness saat Hamil Muda Secara Alami

Wali kota yang akrab disapa “Bunda Eva” itu menambahkan bahwa berita dan narasi mengenai retaknya ikon jari JPO adalah tidak benar dan menyesatkan.

“Terima kasih atas informasi dari teman-teman media. Tapi ini bukan retak, hanya lumut. Mohon doanya agar pembangunan di Bandar Lampung terus berjalan dengan baik,” ucapnya.

Dinas PU Diminta Segera Bertindak

Setelah melakukan pengecekan, Eva Dwiana langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera membersihkan bagian ikon jari JPO dari lumut dan bekas air hujan yang menggenang.

“Ini bunda sudah meminta Kepala Dinas PU untuk segera membersihkan lumut di ikon jari JPO,” ujarnya.

Penegasan Pemerintah Daerah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: