Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Pasca Demo Ricuh di Pati: 34 Luka, 22 Provokator Diamankan
Demo bupati Pati -tangkapan layar-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di Kota Pati, Jawa Tengah, pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, menyusul beredarnya isu hoaks yang menyebut adanya korban tewas.
“Kami tegaskan bahwa informasi tentang korban meninggal adalah berita bohong. Hanya ada 34 korban luka, tidak ada yang meninggal dunia,” ujar Kombes Artanto kepada awak media, Kamis (14/8/2025).
Aksi Damai Berubah Anarkis
Aksi yang awalnya berlangsung damai dan tertib sejak pagi hingga siang mendadak berubah menjadi anarkis sekitar pukul 10.30 WIB. Sejumlah provokator menyusup ke tengah massa dan mulai melakukan pelemparan batu, botol, genteng, hingga pembakaran fasilitas umum.
"Kelompok ini adalah penyusup dan provokator yang merusak suasana damai aksi. Akibatnya, kami terpaksa melakukan penembakan gas air mata untuk membubarkan massa," ungkapnya.
BACA JUGA:Ifan Seventeen Buka Suara Soal Polemik Film Merah Putih, Akui Tanpa Dana Pemerintah
Gas air mata memang menyebar ke berbagai arah, sehingga hampir semua orang di lokasi terkena dampaknya.
Bupati Pati Hampir Jadi Sasaran Lemparan
Insiden cukup menegangkan terjadi saat Bupati Pati mencoba menemui massa dari atas kendaraan taktis. Tiba-tiba, terjadi lemparan benda keras ke arah beliau.
"Untungnya, tidak ada luka karena pengamanan ketat dan penggunaan tameng," jelasnya.
22 Provokator Diamankan
Awalnya, polisi berhasil mengamankan 11 orang provokator, namun jumlah itu bertambah menjadi 22 orang hingga malam hari. Mereka telah melalui proses pendataan, pemeriksaan, dan pembinaan, lalu diserahkan kembali ke koordinator aksi dan keluarga masing-masing.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: