Mitos atau Fakta, Minuman Berenergi Penyebab Gagal Ginjal? Ini Penjelasan Dokter

Mitos atau Fakta, Minuman Berenergi Penyebab Gagal Ginjal? Ini Penjelasan Dokter

Ilustrasi minuman energi kemasan.--

 

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID — Minuman berenergi kerap jadi andalan bagi mereka yang membutuhkan suntikan stamina instan.

Kandungan kafein, gula, hingga vitamin B dalam minuman tersebut memang dirancang untuk memberi efek stimulan bagi tubuh. Namun, beredar kekhawatiran bahwa minuman ini bisa menyebabkan gangguan serius, termasuk gagal ginjal.

 

Menanggapi isu tersebut, dokter sekaligus model kesehatan, dr. Adib Dwitamma Putra, menegaskan bahwa anggapan tersebut adalah mitos belaka.

BACA JUGA:15 Contoh Puisi Kemerdekaan 17 Agustus 2025 yang Menginspirasi Jiwa Nasionalisme

 

“Sebenarnya banyak banget persepsi yang keliru di masyarakat. Bahwa minuman berenergi bisa langsung menyebabkan gagal ginjal itu tidak benar,” ujar dr. Adib dalam acara Kratingdaeng: Satu Energi Satu Semangat di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (3/8/2025).

 

Kandungan Utama Minuman Berenergi

Dalam pemaparannya, dr. Adib menjelaskan bahwa sebagian besar minuman berenergi mengandung:

 

Kafein: Zat stimulan yang dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.

 

Gula: Kandungan gula tinggi bisa memicu lonjakan kadar gula darah jika dikonsumsi berlebihan.

 

Taurin, Guarana, dan Vitamin B: Bahan tambahan yang memberi efek energi jangka pendek.

BACA JUGA:Tarif Transjakarta, MRT hingga LRT Cuma Bayar Rp80 saat HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025

 

Tidak Sebabkan Gagal Ginjal, Tapi...

Menurut dr. Adib, minuman berenergi tidak secara langsung menyebabkan gagal ginjal. Namun, konsumsi berlebihan dan tidak terkontrol—terutama pada individu dengan riwayat hipertensi atau diabetes—dapat memperburuk kondisi ginjal.

 

“Gangguan ginjal lebih sering disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, pola makan, dan kurangnya aktivitas fisik. Bukan semata karena minuman berenergi,” tegasnya.

 

Dokter Adib menyarankan agar masyarakat lebih kritis dalam menyerap informasi terkait kesehatan.

Sesekali mengonsumsi minuman berenergi tidak masalah, selama diimbangi dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, dan cukup konsumsi air putih.

 

“Tolong dicek lagi sumber informasinya. Jangan langsung percaya mitos tanpa klarifikasi dari sumber yang terpercaya,” tutupnya.

BACA JUGA:Sinopsis My Lovely Journey: Drakor Healing Antara Perjalanan, Cinta, dan Luka yang Belum Sembuh

 

Minuman berenergi tidak secara langsung menyebabkan gagal ginjal. Namun, konsumsi yang tidak bijak bisa berdampak buruk, terutama bagi yang memiliki masalah kesehatan tertentu.

Edukasi dan gaya hidup sehat tetap menjadi benteng utama menjaga fungsi ginjal dan stamina tubuh.(hasyim)

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: