Orang Besar Partai Biru Dibalik Agenda Politik Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran, Ini Penjelasan Kaesang
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep-fajar ilman-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengungkapkan adanya dugaan agenda politik besar yang menyerang dirinya dan keluarganya, khususnya terkait isu ijazah palsu dan wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menanggapi pertanyaan dari relawannya, Silfester Matutina, yang menyebut ada tokoh besar di balik tudingan tersebut.
“Feeling saya mengatakan ada agenda besar politik dalam tuduhan ijazah palsu maupun pemakzulan. Artinya memang ada orang besar yang membackup,” ujar Jokowi di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Minggu (27/7/2025).
BACA JUGA:Profil Kwik Kian Gie: Ekonom Nasionalis dan Pendobrak Dunia Pendidikan yang Telah Berpulang
Jokowi tidak menyebutkan secara eksplisit siapa sosok "orang besar" tersebut, namun narasi yang berkembang di publik kemudian mengarah pada dugaan keterlibatan partai politik berwarna biru, yang diasosiasikan dengan Partai Demokrat.
Menanggapi spekulasi tersebut, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menegaskan bahwa Presiden Jokowi tidak pernah menuding secara langsung partai tertentu, termasuk Partai Demokrat.
“Sebenarnya kalau saya lihat, Bapak tidak pernah menyebut atau menuduh Partai Biru. Bahkan hubungan kami dengan keluarga Bapak SBY sangat baik,” kata Kaesang saat ditemui di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin (28/7/2025).
Kaesang juga menegaskan bahwa hubungan antara PSI dan Partai Demokrat tetap harmonis. Ia menyebut Gibran, kakaknya yang kini menjabat Wakil Presiden, bahkan sempat menjenguk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di RSPAD beberapa waktu lalu.
“Saya pun juga berencana untuk bertemu langsung dengan Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Semuanya demi kepentingan bangsa. Tidak ada niatan saling menjatuhkan,” ujarnya.
BACA JUGA:Rekening Nganggur 3 Bulan Diblokir PPATK, Ini Penjelasannya
Terkait sosok tokoh besar yang disebut Jokowi, Kaesang memilih tidak memberikan komentar lebih jauh. “Coba tanyakan langsung ke Bapak (Jokowi), bukan ke saya,” ucapnya singkat.
Jokowi: Ini Bukan Sekadar Serangan Pribadi
Sebelumnya, Jokowi secara terbuka menyatakan bahwa tudingan ijazah palsu yang diarahkan kepadanya bukanlah sekadar serangan personal.
Ia menilai isu tersebut merupakan bagian dari strategi politik yang lebih besar untuk menurunkan reputasi dirinya dan keluarga di tengah panggung politik nasional.
“Isu-isu ini soal ijazah palsu dan pemakzulan, saya rasa memang ada agenda besar politik. Ini bukan sekadar gosip pribadi,” ujar Jokowi kepada media, Selasa (15/7/2025).
Isu pemakzulan terhadap Gibran mencuat sejak putra sulung Jokowi itu resmi menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Kritik datang dari berbagai pihak, salah satunya karena proses pencalonan Gibran dinilai sarat polemik hukum.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: