Viral! Massa di Padang Bubarkan Kegiatan Doa Anak GKSI, 2 Anak Terluka
Tangkapan kamera pembubaran kegiatan doa anak GKSI di Padang--
“RW tidak mendapat informasi lengkap terkait kegiatan rumah doa. Namun, insiden ini tetap menjadi catatan penting bagi Pemkot Padang,” katanya.
Fadli menegaskan, pihaknya mendukung kebebasan beragama dan akan memerintahkan Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan untuk memberikan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak.
“Kami tidak akan intervensi proses hukum. Itu wewenang aparat penegak hukum,” tambahnya.
Pendeta Dachi mengaku trauma berat, terutama karena anak-anak bimbingannya menjadi korban. Ia juga menyatakan menerima ancaman dari warga agar kegiatan ibadah dihentikan.
BACA JUGA:Eve Jobs, Putri mendiang Steve Jobs Resmi Menikah, Sama-sama Atlet
“Padahal, konstitusi menjamin kebebasan beragama. Ini sangat menyakitkan,” ucapnya.
Anak-anak yang berjumlah sekitar 30 orang saat kejadian, menurutnya, kini enggan kembali belajar di rumah doa karena trauma yang mendalam.
Yutiasa Fakho, penasihat hukum masyarakat Nias, menyatakan bahwa peristiwa serupa pernah terjadi di Padang. Pada 29 Agustus 2023, sebuah rumah ibadah di Lubuk Begalung juga dirusak dan jemaatnya diintimidasi.
“Para pelaku saat itu divonis tujuh bulan penjara. Tapi pola ancamannya masih sama. Ini mencederai semangat kebhinekaan,” tegas Yutiasa.
Ia memastikan akan melaporkan kasus terbaru ini ke Polda Sumbar, termasuk dugaan penganiayaan dan pengancaman terhadap anak-anak.
Insiden ini kembali memunculkan kekhawatiran terhadap perlindungan kebebasan beragama di Indonesia. Publik menuntut aparat hukum bertindak tegas, bukan hanya menangkap pelaku, tetapi juga menjamin tidak terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: