Bikin Geram Warga! Viral Aksi Bagi-Bagi Bir di Ajang Pocari Sweat Run Bandung
Tangkapan layar bagi-bagi bir di acara Pocari Sweat Run Bandung--
BANDUNG, RADARPENA.CO.ID – Aksi tidak pantas mewarnai gelaran Pocari Sweat Run Indonesia di Kota Bandung akhir pekan lalu.
Sebuah komunitas pelari, diduga Free Runners Bandung, kedapatan membagikan bir kepada peserta lari, yang kemudian viral dan menuai kecaman warganet.
Dalam unggahan yang beredar di media sosial, tampak sejumlah individu menyodorkan kaleng bir bertuliskan "Hurry Up! The Beer's Getting Warm!" kepada para pelari.
Beberapa video juga menunjukkan sejumlah peserta menenggak minuman beralkohol tersebut di tengah-tengah acara yang terbuka untuk umum.
Seorang peserta lari bernama Rubby menyayangkan aksi tersebut. Ia mengaku kecewa karena kegiatan semacam itu tidak pantas dilakukan di ruang publik, apalagi dalam ajang lari yang diikuti banyak umat Muslim.
“Sayang banget ada kejadian seperti itu di acara lari. Banyak teman saya juga kesal. Apalagi minumannya susah dibedakan dengan minuman energi biasa,” ungkapnya.
Rubby menyebut, informasi yang ia terima dari rekan-rekannya menunjukkan bahwa bir tersebut tidak hanya dibagikan di kalangan komunitas internal, tetapi juga menyasar pelari umum.
Aksi ini turut disoroti influencer media sosial Aishamaharani, yang dikenal fokus pada isu halal. Ia membagikan ulang beberapa foto dan video pembagian bir tersebut di Instagram, seraya mempertanyakan etika dan kepatuhan terhadap regulasi daerah.
Sebagai informasi, Kota Bandung sedang gencar melakukan razia minuman keras di sejumlah titik. Pembagian bir di tempat umum seperti ini dinilai bertentangan dengan semangat penertiban tersebut.
BACA JUGA:Tabloid Nyata vs Jawapos: Pertarungan Kepemilikan di Pengadilan Negeri Surabaya
Wali Kota Bandung, M. Farhan, yang juga turut hadir dalam ajang lari tersebut, mengaku tidak mengetahui adanya aksi pembagian bir saat acara berlangsung. Ia menyebut fokus pada pengaturan lalu lintas dan dampak kemacetan yang timbul.
“Saya lebih sibuk mengurus kemacetan saat itu. Baru tahu kejadian ini dua hari setelah acara. Tapi komunitas tersebut sudah mendapat sanksi sosial di media,” ujar Farhan kepada wartawan, Rabu (23/7/2025).
Meski pemerintah tidak bisa langsung memberi sanksi kepada komunitas non-formal, Farhan berjanji akan berkoordinasi dan mengevaluasi kejadian tersebut bersama pihak penyelenggara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: