Viral Puluhan Orang Berjubah Putih Ritual di Puncak Gunung Lawu, Mirip Tawaf Jemaah Haji

Viral Puluhan Orang Berjubah Putih Ritual di Puncak Gunung Lawu, Mirip Tawaf Jemaah Haji

Jubah putih di Gunung Lawu Jawa Tengah -tangkapan layar-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Sebuah video ritual spiritual yang dilakukan puluhan orang berpakaian serba putih di puncak Gunung Lawu mendadak viral di media sosial.

Aksi tersebut berlangsung di kawasan Hargo Dalem, tepatnya di dekat tugu puncak Lawu, dan memunculkan beragam spekulasi di kalangan warganet, mulai dari dugaan mistik hingga aliran sesat.

Namun, pihak Perhutani KPH Lawu Selatan dan Polres Magetan dengan tegas membantah isu tersebut.

Mereka menyatakan bahwa kegiatan yang terekam dalam video tersebut merupakan ritual tahunan Nahdlatul Ulama (NU) Purwodadi, Jawa Tengah, dalam rangka memperingati bulan Suro atau 15 Suronan.

Aksi Ritual Viral di TikTok: Duduk Melingkar dan Zikir di Puncak

Video berdurasi kurang dari satu menit tersebut menampilkan sekelompok pria dan wanita berjubah putih duduk melingkar, membaca doa, berzikir, dan mengitari tugu puncak seperti melakukan tawaf.

Menurut seorang pendaki, Danang Pratama, kegiatan tersebut terjadi pada Jumat, 11 Juli 2025, sekitar pukul 09.30 hingga 12.30 WIB.

BACA JUGA:Pelatih Timnas U-23 Puji Kondisi Rumput GBK Jelang Piala AFF 2025: Sempurna!

“Awalnya saya kaget, karena langsung melihat orang duduk rapi berpakaian putih. Tapi ternyata mereka sedang melakukan ziarah rutin,” ujar Danang, pendaki asal Kebumen.

Ritual Tahunan Nahdlatul Ulama, Bukan Aliran Menyimpang

Asisten Perhutani KPH Lawu Selatan, Mulyadi, memastikan bahwa rombongan tersebut adalah bagian dari ritual keagamaan tahunan NU Purwodadi, yang rutin dilaksanakan selama lebih dari 10 tahun menjelang bulan Suro.

“Mereka mendaki lewat Cemoro Sewu pada Kamis sore dan tiba malam harinya. Kegiatan berlangsung tertib dan tidak meninggalkan sampah,” jelas Mulyadi.

Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Penyimpangan

Kapolres Magetan, AKBP Satria Dharma, juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak mengandung unsur penyimpangan agama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait