8 Anggota KKB Papua Penyerang Guru dan Nakes di Yahukimo Ditangkap

8 Anggota KKB Papua Penyerang Guru dan Nakes di Yahukimo Ditangkap

Salah satu anggota KKB Papua yang ditangkap-Satgas Damai Cartenz-Antara

JAYAPURA, RADARPENA.CO.ID – Aparat keamanan dari Satgas Damai Cartenz berhasil menangkap delapan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap tenaga pendidik dan kesehatan di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Penangkapan dilakukan pada Jumat (11/7/2025) di wilayah Dekai, Yahukimo, dan menjadi bagian dari upaya intensif aparat untuk menindak tegas pelaku kekerasan terhadap warga sipil di Papua.

“Memang benar, delapan anggota KKB yang diduga terlibat penyerangan terhadap guru dan tenaga kesehatan telah kami tangkap di Dekai,” ujar Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani dalam keterangan resmi di Jayapura, Jumat malam.

BACA JUGA:Mulai Senin, Jam Masuk Sekolah di Kabupaten Bekasi Dimajukan Jadi 06.30 WIB

Dari delapan yang ditangkap, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu AP, DH, dan NS. Sementara lima lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik.

“Satgas Damai Cartenz akan terus melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku, dan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan,” tegas Brigjen Faizal.

Penangkapan ini berkaitan dengan insiden penyerangan yang terjadi pada 21 Maret 2025 lalu di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo.

Dalam kejadian tersebut, satu orang guru gugur, sementara sejumlah tenaga kesehatan menjadi korban teror.

Delapan pelaku yang ditangkap diketahui merupakan bagian dari Batalyon Eden Sawi Yali, kelompok yang berada di bawah kendali Ohion Helembo alias Bapa Simpan, dan terafiliasi langsung dengan Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin oleh Elkius Kobak.

Penangkapan ini menjadi bukti komitmen aparat keamanan untuk menindak tegas tindakan kekerasan di Papua yang menyasar warga sipil, khususnya tenaga pendidik dan medis yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.

BACA JUGA:Pemerintah Tegaskan: Bansos Bukan Solusi Jangka Panjang Atasi Kemiskinan

Pemerintah dan aparat menyadari bahwa keberadaan guru dan tenaga kesehatan sangat penting untuk mendukung pembangunan di daerah pedalaman Papua.

Oleh karena itu, tindakan kekerasan terhadap mereka merupakan ancaman serius terhadap masa depan generasi muda Papua.

Brigjen Faizal memastikan, penyelidikan terhadap lima tersangka lainnya akan terus dilakukan guna mengungkap peran masing-masing dalam serangan brutal tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: