Beda dengan Gubernur Andra Soni, Wagub Banten Dimyati Justru Sebut Titip-Menitip Siswa di SPMB Hal Lumrah
Tangkapan layar Wagub Banten Dimyati Natakusumah sebut titp-menitip di SPMB hal lumrah--
SERANG, RADARPENA.CO.ID — Pernyataan kontroversial dilontarkan oleh Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah, terkait fenomena titip-menitip siswa dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Dimyati menyebut praktik tersebut sebagai hal lumrah dalam dunia birokrasi, terutama jika tidak melibatkan unsur kerugian negara atau korupsi.
“Kalau disposisi pejabat itu hal yang lumrah. Kalau tidak ada pesangon atau uang sogokan, tidak perlu dipermasalahkan,” ujar Dimyati kepada wartawan, Rabu (2/7).
BACA JUGA:Gabung PSI, Ade Armando Ditunjuk Jadi Komisaris PLN Nusantara Power
Pernyataan ini dilontarkan saat merespons polemik pencopotan Wakil Ketua DPRD Banten, Budi Prayogo, yang juga berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), setelah diduga terlibat dalam praktik titip-menitip siswa SPMB tahun ajaran 2025.
Menurut Dimyati, sebagai wakil rakyat, anggota dewan sering kali menjadi tempat keluhan masyarakat, termasuk permintaan bantuan masuk sekolah.
Ia menilai disposisi atau rekomendasi dari pejabat merupakan prosedur biasa dalam mekanisme pemerintahan.
“Kalau minta surat, saya disposisi ke dinas. Itu bukan pelanggaran, itu lumrah. Tinggal bagaimana eksekutif menyikapinya,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihak eksekutif tetap menjadi penentu akhir soal diterima atau tidaknya siswa dalam SPMB, bukan legislatif.
BACA JUGA:Soal Surat Istri Perjalanan ke Eropa, Ini Penjelasan Menteri UMKM Maman Abdurrahman
Namun, pernyataan Dimyati ini sangat berbeda dengan sikap Gubernur Banten, Andra Soni, yang secara tegas menolak segala bentuk titipan siswa dalam sistem pendidikan negeri.
Dalam pernyataannya pada 9 Juni 2025 lalu, Andra menyampaikan bahwa praktik titip-menitip adalah akar dari perilaku korupsi dan harus dihapuskan dari sistem penerimaan siswa baru.
“Titip-menitip adalah awal mula korupsi. Melalui program Sekolah Gratis, kita ingin hilangkan praktik ini di sekolah negeri,” tegas Andra.
View this post on Instagram
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: