Viral Twitter ! Pria di Padang Pariaman Habisi Nyawa 3 Wanita, 1 Korban Dimutilasi

Viral Twitter ! Pria di Padang Pariaman Habisi Nyawa 3 Wanita, 1 Korban Dimutilasi

Pria di Padang Pariaman bantai 3 gadis secara sadis bahkan memutilasinya--

ADA 2 WANITA LAINNYA YANG JADI KORBAN

Yang mengejutkan, selain menghabisi Dinda, dirinya mengaku juga menghabisi 2 wanita lain bernama Siska Oktavia Rusdi atau Cika berusia 23 tahun, dan Adek Gustiana berusia 24 tahun.

Terkait kedua korban terakhir viral setahun lalu, karena sempat dilaporkan hilang namun jejak mereka tidak ditemukan. Yang hanya ditemukan pada waktu itu hanyalah motor serta sandal mereka.

BACA JUGA:PNM Sabet Silver IDEAS 2025 Berkat Program Komunikasi ESG RE3: Sinergi Karyawan dan Nasabah untuk Lingkungan

Perbuatannya itu tidak terendus sama sekali karena usai melakukan pembunuhan, jasad korban langsung dimasukkannya ke dalam sumur tua.

Kamis (19/6/25) pagi, tim polisi dan BPBD padang pariaman telah berada di rumah pelaku untuk melakukan pembongkaran sumur tua kawasan Pasar Usang Lubuk Alung.

 

Dan benar saja, setelah dilakukan pembongkaran, Kedua korban ditemukan dengan kondisi yang sadis, jasad keduanya dibuang pelaku di dalam sumur tua yang berada di Pasar Usang sekitar satu tahun yang lalu.

Petugas Kepolisian bersama BPBD Padang Pariaman, serta instansi lainnya telah mengeluarkan jasad kedua korban dari dalam sumur yang hanya tinggal tulang-belulang.

BACA JUGA:Indonesia dan Rusia Luncurkan RIDNIP, Platform Investasi Senilai Rp37,6 T untuk Sektor Strategis

Ketiga korban diketahui punya satu latar belakang yang sama yakni sama-sama pernah berstatus sebagai mahasiswa di kampus STIE KBP Kota Padang.

Ibu korban Siska bernama Nila Yusnita, yang mengetahui nasib anaknya setelah hilang setahun lalu sejak 2024 dilaporkan turut datang ke sumur tua tersebut untuk menyaksikan proses evakuasi.

 

Tak berselang lama setelah mendengar kabar ditemukannya jasad sang anak, ibunda Siska dikabarkan mengalami shock berat hingga pingsan. Ia segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk penanganan darurat. Namun takdir berkata lain, dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan, sang ibu dinyatakan meninggal dunia.

Enam bulan sebelumnya, sang suami juga telah berpulang lebih dulu. Ia dikabarkan stres memikirkan anak perempuannya yang hilang tanpa jejak, sehingga kondisi kesehatannya terus menurun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait