Terungkap! Asal Mula Ancaman Bom di Pesawat Saudi Airlines yang Angkut 442 Jemaah Haji Indonesia

Terungkap! Asal Mula Ancaman Bom di Pesawat Saudi Airlines yang Angkut 442 Jemaah Haji Indonesia

Pesawat Saudi Airlines yang membawa 442 jemaah haji Indonesia mendarat darurat di Bandara Kualanamu Medan karena diancam bom--ist

KUALANAMU, RADARPENA.CO.ID – Teror di udara sempat mengguncang Indonesia setelah sebuah pesawat milik maskapai Saudi Airlines dengan nomor registrasi HZ-AK32 terpaksa mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (17/6/2025). 

Pesawat tersebut membawa sebanyak 442 jemaah haji Indonesia dari Jeddah menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Kini, aparat keamanan berhasil mengungkap asal ancaman bom yang menyebabkan pendaratan darurat tersebut.

BACA JUGA:Job Fair Jakarta 2025 Resmi Dibuka, 40 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja, Gratis dan Terbuka untuk Umum!

Menurut sumber kepolisian, ancaman bom dikirim melalui email anonim kepada pihak terkait di bandara dan maskapai.

Setelah dilakukan pelacakan mendalam oleh Tim Siber dan Intelijen, diketahui bahwa email tersebut berasal dari server luar negeri, namun dikendalikan oleh seseorang berkewarganegaraan Indonesia.

“Tim gabungan dari Siber Polda dan Bareskrim berhasil mengidentifikasi bahwa email dikirim dari jaringan virtual private network (VPN) dengan IP address luar negeri. Namun dari jejak digital yang ditinggalkan, kami sudah mengarah ke pelaku di Indonesia,” ungkap salah satu sumber dari tim penyelidikan yang enggan disebutkan namanya.

Motif Masih Didalami

Meski belum ada rilis resmi dari pihak kepolisian, sumber yang dekat dengan penyidikan menyebut bahwa pelaku diduga bukan bagian dari jaringan terorisme, melainkan individu yang memiliki rekam jejak gangguan psikologis dan motif personal.

BACA JUGA:Sejumlah Jamaah Haji Terpapar COVID-19, Pemerintah Imbau Tetap Waspada

“Yang bersangkutan pernah terlibat kasus serupa beberapa tahun lalu, dan saat ini masih dalam pemeriksaan intensif,” ungkap sumber tersebut.

Dalam kejadian tersebut, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan aman pada pukul 11.50 WIB.

Penanganan darurat dipimpin oleh Danlanud Suwondo Kolonel Nav Sonni Benny Simanjuntak bersama tim Jihandak Polda Sumatera Utara yang menyisir seluruh bagian pesawat.

Beruntung, hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan bahan peledak di dalam pesawat. Meski demikian, kejadian ini memicu ketegangan dan trauma bagi para jemaah haji yang seharusnya sudah bersiap untuk kembali ke kampung halaman usai menunaikan ibadah suci.

Usai evakuasi, para jemaah diinapkan sementara waktu sambil menunggu keputusan jadwal penerbangan pengganti.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: