Viral Sopir Ambulans Ngaku Tersesat Antar Jenazah ODGJ di Makassar, RSKD Dadi: Konten Tidak Bertanggung Jawab

Viral Sopir Ambulans Ngaku Tersesat Antar Jenazah ODGJ di Makassar, RSKD Dadi: Konten Tidak Bertanggung Jawab

Tangkapan layar sopir ambulan ngaku tersesat--

MAKASSAR, RADARPENA.CO.ID — Sebuah video viral di media sosial memicu kehebohan publik setelah memperlihatkan seorang sopir ambulans yang mengaku tersesat saat mengantar jenazah pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dari Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ke lokasi pemakaman di Kabupaten Gowa.

Dalam video tersebut, sopir ambulans menyebut dirinya kebingungan karena penunjuk jalan adalah dua pasien ODGJ yang menurutnya tidak mengetahui lokasi pemakaman.

"Kita sudah di Gowa ini. Nyasar. Sopir ambulans juga pusing kalau begini. Ternyata juga yang mengantar orang jiwa (ODGJ) ini. Aduh pusing saya ini," ucap sang sopir dalam video.

BACA JUGA:10 Negara Paling Ramah Lingkungan di Dunia Tahun 2025, Nomor 8 Bikin Kaget!

Namun, pihak RSKD Dadi dengan tegas membantah klaim yang beredar dalam video tersebut.

Plt Kepala Bidang Humas RSKD Dadi Makassar, Abdul Malik, menegaskan bahwa video tersebut tidak mencerminkan fakta sebenarnya dan menyebutnya sebagai "konten tidak bertanggung jawab".

"Itu salah, tidak benar. Bercanda itu. Itu konten tidak bertanggung jawab," tegas Malik, Kamis (12/6/2025).

Malik menjelaskan bahwa dirinya turun langsung mengurus pemulasaran jenazah pasien ODGJ yang meninggal pada Rabu pagi (11/6) pukul 07.00 WITA. Jenazah kemudian dibawa ke pemakaman di wilayah Gowa pada sore harinya dan dimakamkan sekitar pukul 17.00 WITA.

BACA JUGA:Hyundai Ioniq 6 N Resmi Diluncurkan: EV Berperforma Tinggi

Sopir Hanya Diminta Menunggu di Titik Tertentu

Menurut penjelasan Malik, sopir ambulans tidak tersesat, melainkan hanya diminta menunggu di depan Puskesmas Kampili karena dirinya harus membeli tegel untuk keperluan penguburan. Jarak ke lokasi pemakaman disebut hanya sekitar 500 meter dari titik tersebut.

"Saya yang bawa, saya yang kubur. Saya bilang ke sopir, 'Tunggu saya di muka Puskesmas Kampili'," ungkap Malik.

Ia juga menyatakan bahwa dua orang dalam ambulans yang disebut sebagai pasien ODGJ sudah dalam kondisi stabil dan telah lama dirawat di RSKD Dadi. Keduanya bahkan ikut membantu proses pemakaman.

Akibat video viral tersebut, Malik mengaku telah memanggil sopir ambulans dan atasannya untuk dimintai klarifikasi. Ia bahkan mempertimbangkan untuk memutus kerja sama dengan pihak ambulans, yang diketahui merupakan layanan pihak ketiga.

BACA JUGA:Fenomena Sosial: Inilah 10 Provinsi dengan Jumlah Janda Muda Terbanyak di Indonesia

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: