Akhirnya 21 Suporter Persikas Dipulangkan Usai Diamankan dan Diperiksa Polisi

Akhirnya 21 Suporter Persikas Dipulangkan Usai Diamankan dan Diperiksa Polisi

Suporter Persikas Subang yang dipulamgkan usai didata aparat kepolisian--Pasundan Ekspres

SUBANG, RADARPENA.CO.ID – Sebanyak 21 suporter klub sepak bola Persikas Subang akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing setelah sebelumnya diamankan oleh pihak kepolisian.

Mereka sempat menjadi sorotan usai membentangkan spanduk bertuliskan “Selamatkan Persikas” dalam acara “Nganjang ka Warga” edisi ke-9 yang digelar di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, pada Kamis (29/5/2025).

Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu melalui Kasatreskrim AKP Bagus Panuntun menjelaskan, para suporter tersebut awalnya diamankan ke Polsek Ciasem untuk dimintai keterangan awal.

"Beberapa dari mereka langsung kami pulangkan malam itu juga. Namun, ada yang harus kembali keesokan harinya karena proses pendataan belum rampung, ditambah beberapa orang tua sulit dihubungi," ujar AKP Bagus dikutip radarpena.co.id dari pansundanekspres.id, Jumat 30 mei 2025

BACA JUGA:WhatsApp Kini Tersedia di iPad, Bawa Fitur Lengkap Termasuk Video Call hingga 32 Orang

Kerumunan warga yang berkumpul di sekitar Polsek sempat membuat situasi menjadi kurang kondusif.

Demi menjaga ketertiban, Tim Jatanras Polres Subang mengambil langkah pengamanan dengan mengevakuasi para suporter ke Mapolres Subang untuk menyelesaikan pendataan secara menyeluruh.

“Setelah semua proses BAP (Berita Acara Pemeriksaan) selesai, seluruh suporter telah dipulangkan dan kini berada di rumah masing-masing, didampingi oleh orang tua mereka,” lanjutnya.

Insiden bermula saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menghadiri acara “Nganjang ka Warga” yang merupakan bagian dari Festival Layanan Publik dan Hiburan Khas Jawa Barat.

BACA JUGA:Usai Ujuk Rasa di Acara Dedi Mulyadi, Suporter Persikas Diamankan Polisi

Suasana acara sempat mengharu biru ketika seorang ibu empat anak bercerita tentang perjuangannya menghidupi keluarga dari hasil mengumpulkan barang bekas, setelah ditinggal suaminya menikah lagi.

Namun, momen tersebut berubah tegang saat sekelompok pemuda mengangkat spanduk sebagai bentuk protes terhadap rencana akuisisi Persikas—klub sepak bola kebanggaan warga Subang.

Gubernur Dedi, yang saat itu tengah berada di atas panggung, meminta agar spanduk segera diturunkan dan menyerukan ketertiban.

Meski sempat memicu keributan, peristiwa ini akhirnya diselesaikan dengan pendekatan persuasif. Pihak kepolisian memastikan bahwa situasi kini sudah kondusif dan para suporter telah kembali ke rumah dalam keadaan aman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: