Waspada! Serangan Harimau Sumatra Ancam Warga Lampung Barat, 1 Petani Tewas

Waspada! Serangan Harimau Sumatra Ancam Warga Lampung Barat, 1 Petani Tewas

ilustrasi Panthera Tigris Sumatrae ( harimau sumatera)--tangkapan layar--

LAMPUNG, RADARPENA.CO.ID — Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan harimau sumatra liar yang belakangan ini mulai meresahkan warga.

Kapolres Lampung Barat, AKBP Rinaldo Aser, mengimbau warga untuk tidak bertindak gegabah jika menjumpai jejak atau tanda-tanda keberadaan harimau saat beraktivitas, khususnya di kebun atau area hutan.

“Kami imbau masyarakat agar segera melapor ke aparat jika melihat jejak atau keberadaan satwa liar seperti harimau. Jangan mengambil tindakan berbahaya,” ujar Rinaldo saat dihubungi, Rabu (28/5/2025).

BACA JUGA:Bacaan Niat Puasa Sunnah Bulan Dzulhijjah: Jadwal, Keutamaan, dan Panduan Lengkap

Pihak kepolisian bersama TNI dan pihak pengelola TNBBS terus melakukan edukasi dan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan ancaman konflik manusia dengan satwa liar. 

Sejumlah spanduk peringatan pun telah dipasang di titik-titik rawan konflik, khususnya di jalur masuk dan sekitar area hutan.

“Spanduk ini kami pasang di beberapa titik strategis guna memperingatkan masyarakat agar lebih waspada. Ini bentuk sinergi antara aparat, pengelola taman nasional, dan warga,” tambah Rinaldo.

Petani Tewas Diterkam

Warga dikejutkan oleh insiden tragis yang terjadi pada Selasa (27/5) pagi. Sudarso (50), seorang penggarap kebun kopi musiman asal Karang Randu, Grobogan, Jawa Tengah, ditemukan tewas di area kebun kopi di Talang Lobang, Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat.

BACA JUGA:Tafsir Mimpi, Mbah Kim: Menyelami Makna di Balik Tidur Malam

Korban diduga tewas akibat serangan harimau sumatra, menjadikannya korban jiwa terbaru dalam konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah tersebut.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kebun atau kawasan hutan untuk:

  • Tidak bepergian sendirian
  • Menghindari waktu-waktu sepi seperti dini hari atau malam
  • Membawa alat pengusir hewan liar
  • Melapor segera jika melihat tanda keberadaan satwa buas

Kemunculan harimau sumatra di pemukiman dan kebun warga menunjukkan pentingnya keseimbangan antara konservasi dan keselamatan masyarakat.

Dengan sinergi antara aparat, masyarakat, dan pengelola taman nasional, diharapkan konflik ini dapat diminimalisir tanpa mengorbankan kelestarian satwa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: