Video Satpam Tendang Lapak PKL di KEK Kendal Berbuntut Warga Geruduk Pabrik
Tangkapan layar satpam KEK Kendal tendang PKL--radarpena.co.id Disway group
KENDAL, RADARPENA.CO.ID – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan oleh seorang petugas keamanan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal viral di media sosial.
Video tersebut memicu kemarahan warga hingga ratusan orang dilaporkan mendatangi lokasi pada malam harinya.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @insta_kendal memperlihatkan seorang pria yang diduga sebagai komandan satuan pengamanan (satpam) menendang lapak milik PKL.
Pria tersebut diketahui bernama Dandung, yang setelah menendang lapak langsung meninggalkan lokasi.
BACA JUGA:Waspada! Skincare Glow Glowing Palsu Produk Bekasi Beredar di Pasar Online
Pedagang yang menjadi korban, diketahui bernama Subiah, warga Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal. Ia terlihat sempat terjatuh saat mencoba menyelamatkan dagangannya dari tindakan represif tersebut.
View this post on Instagram
Menanggapi kejadian ini, ratusan warga dari Desa Wonorejo langsung mendatangi kawasan KEK Kendal. Mereka menuntut klarifikasi dan permintaan maaf dari pihak pengelola kawasan serta petugas keamanan.
"Ada sekitar 100 warga datang ke KEK. Kami prihatin atas tindakan kasar yang dilakukan terhadap PKL," ujar Arif, salah satu warga yang turut hadir, Selasa (27/5/2025).
BACA JUGA:Prediksi Real Betis vs Chelsea di Final UECL 2025: Misi The Blues Lengkapi Koleksi Trofi Eropa
Menanggapi kejadian viral tersebut, Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi menyatakan keprihatinannya. Ia menyesalkan tindakan oknum satpam yang dianggap tidak manusiawi.
"Saya sudah melihat videonya. Tindakan seperti itu tidak bisa dibenarkan. Kami mendorong penyelesaian secara damai dan mengimbau warga agar tidak bertindak anarkis," ungkap Benny.
Benny juga meminta pihak KEK Kendal untuk menyediakan lokasi berjualan yang layak dan tidak jauh dari kawasan industri bagi para PKL.
Sementara itu, Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menyampaikan permintaan maaf dan menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh petugas keamanan.
BACA JUGA:Pemerintah Resmi Hapus Bea Balik Nama Kendaraan Bekas Mulai 2025
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: