Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat di Kuartal I 2025, Ekonom Ungkap Penyebabnya

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat di Kuartal I 2025, Ekonom Ungkap Penyebabnya

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi--

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang semakin memanas, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mengalami perlambatan pada kuartal pertama tahun 2025. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 4,87 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), turun dari 5,11 persen pada periode yang sama tahun 2024.

Chief Economist DBS Group Research, Taimur Baig, menilai salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi ini adalah kebijakan tarif yang diterapkan oleh pemerintahan Trump 2.0 di Amerika Serikat.

BACA JUGA:Densus 88 Polri Tangkap Teroris Jaringan ISIS di Gowa, Pelajar SMA Berusia 18 Tahun

“Untuk menghadapi dinamika tarif ini, penting bagi Indonesia untuk membangun rekonsiliasi dan menyelaraskan respons dengan negara-negara tetangga,” ujar Taimur dalam wawancara dengan Disway di Jakarta, Sabtu (24/5/2025).

Meski pertumbuhan melambat, Taimur menegaskan bahwa Indonesia masih berada dalam posisi yang relatif kuat. 

Hal ini turut diperkuat oleh data BPS yang menempatkan Indonesia pada peringkat kedelapan dalam daftar 10 negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.

“Eksposur perdagangan Indonesia ke Amerika Serikat masih terbatas dibandingkan negara lain, sehingga ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga,” tambahnya.

BACA JUGA:Disway Cup 2025: Turnamen Mini Soccer Jadi Ajang Silaturahmi Wartawan se-Jabodetabek

Untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan global, Taimur merekomendasikan agar pemerintah Indonesia:

  • Memantau dan menyiasati volatilitas mata uang asing
  • Memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara ASEAN
  • Membuka akses ke pasar-pasar non-tradisional atau baru

Strategi-strategi ini dinilai penting tidak hanya untuk mempertahankan kinerja makroekonomi, tetapi juga dalam menopang daya beli dan ketahanan ekonomi kelas menengah di Indonesia.(bianca)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: