BMKG Ungkap Penyebab Gempa M 6,0 di Bengkulu: Akibat Deformasi Kerak Bumi
Salah satu bangunan yang rusak akibat gempa bengkulu magnitudo 6,3--rbtv
BENGKULU, RADARPENA.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kepahiang menyampaikan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 yang mengguncang wilayah Bengkulu pada Jumat dini hari dipicu oleh aktivitas deformasi di bawah kerak bumi (intarslab).
"Gempa ini merupakan akibat dari aktivitas deformasi lempeng di bawah kerak bumi. Guncangannya dirasakan cukup luas di hampir seluruh wilayah Provinsi Bengkulu, dengan intensitas mencapai MMI III hingga VI," ujar Muhammad Najib, Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG, dalam keterangan resmi, Jumat (23/5).
Gempa terjadi pada pukul 02.53 WIB dengan kedalaman pusat gempa berada di 84 kilometer bawah permukaan laut. Hingga kini, belum terdeteksi adanya gempa susulan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpengaruh informasi palsu, dan terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.
"Jangan panik, tetap waspada, dan pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber terpercaya," tambah Najib.
Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang mitigasi bencana, BMKG Kepahiang juga akan bekerja sama dengan BPBD dan instansi terkait untuk melakukan sosialisasi rutin di wilayah terdampak.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Bengkulu, Muslikun Sodik, menyampaikan bahwa tim SAR telah dikerahkan ke sejumlah titik terdampak, termasuk Perumahan Rafflesia Griya Asri di Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar. Dari 35 rumah terdampak, delapan di antaranya mengalami kerusakan berat.
BACA JUGA:Viral! WNA Singapura Jadi Korban Penjambretan Kalung Emas saat Berlibur di Batam
"Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan cukup signifikan. Saat ini TNI dan Polri sudah mendirikan posko untuk mengantisipasi potensi gempa susulan," jelas Muslikun.
Wilayah yang terdampak gempa mencakup beberapa kecamatan di Kota Bengkulu, seperti Selebar (Kelurahan Pagar Dewa dan Betungan), Gading Cempaka, Teluk Segara, dan Singaran Pati.
Pihak berwenang terus memantau perkembangan dan menyiapkan langkah penanganan lebih lanjut untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan warga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: