Jampidsus Kejagung Rspon Dugaan Keterlibatan Budi Arie Setiadi dalam Kasus Judi Online
Jampidsus Febrie Adriansyah merespon dugaan keterlibatan Budi Arie dalam kasus judui online -anisha aprilia-radarpena.co.id Disway group
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, angkat bicara terkait mencuatnya nama mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, dalam pusaran kasus judi online.
Febrie menegaskan bahwa pihaknya belum melakukan pemeriksaan langsung atas nama Budi Arie, mengingat perkara tersebut bukan ditangani oleh timnya.
“Kita belum (cek) ini ya, karena yang menangani kan bukan kita. Kita cermatilah ke depan,” ujar Febrie saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/5/2025).
Lebih lanjut, Febrie juga menyatakan belum dapat memastikan adanya aliran dana kepada Budi Arie dalam kasus tersebut karena masih dalam proses penyelidikan oleh penyidik terkait.
“Belum, belum, karena itu ada penyidik lain yang menangani,” tegasnya.
Nama Budi Arie Setiadi disebut dalam persidangan kasus pengamanan situs judi online yang melibatkan sejumlah terdakwa, antara lain Zulkarnaen Apriliantony, Adhi Kismanto, Alwin Jabarti Kiemas, dan Muhrijan alias Agus.
Perkara ini berawal dari dugaan penyalahgunaan wewenang di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) — yang kini telah berubah nama menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Dalam dakwaan jaksa, disebutkan bahwa pada Oktober 2023, Budi Arie diduga meminta mantan komisaris BUMN, Zulkarnaen Apriliantony, untuk mencarikan seseorang yang bisa mengumpulkan data situs judi online (judol). Zulkarnaen kemudian memperkenalkan Adhi Kismanto.
BACA JUGA:Tetapkan 7 Tersangka, KPK Sebut Korupsi di Kemenaker Terkait Pemerasan Calon TKA
Meski Adhi tidak lolos seleksi tenaga ahli karena tidak memiliki gelar sarjana, ia tetap diangkat bekerja di Kominfo atas rekomendasi langsung dari Budi Arie, dengan tugas utama melakukan pencarian dan pemantauan situs judi online menggunakan sistem crawling data.
Pengamanan Situs Judi Disebut Semakin Terstruktur Sejak April 2024
Dalam dakwaan juga disebutkan bahwa pada April 2024, praktik pengamanan situs judol mulai dilakukan secara sistematis.
Adhi Kismanto mengaku menerima arahan agar koordinasi tidak dilakukan secara terbuka di lantai 3 kantor Kominfo, melainkan secara langsung melalui komunikasi tertutup.
Pertemuan lanjutan antara Adhi dan Zulkarnaen di sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan juga diungkapkan dalam persidangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: