Lapor Kang Dedi, Lihat Nih Video Ibu Hamil di Cianjur Ditandu 3 Km ke Puskesmas Akibat Jalan Rusak Parah
Tangkapan layar ibu hamil ditandu sejauh 3 Km menuju Puskesmas akibat jalan yang rusak parah--
CIANJUR, RADARPENA.CO.ID – Kisah memilukan datang dari Desa Mulyasari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Seorang ibu hamil bernama Nur Aida terpaksa ditandu sejauh 3 kilometer menuju puskesmas karena akses jalan utama yang rusak parah dan berlumpur.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (19/5), ketika Nur mulai merasakan tanda-tanda persalinan. Karena kondisi jalan tidak memungkinkan dilalui kendaraan, warga setempat bergotong royong mengevakuasinya menggunakan tandu darurat yang dibuat dari bambu dan kain sarung.
BACA JUGA:Viral! Pengendara Motor Ditabrak dari Belakang saat Lampu Merah di Serpong, Begini Kronologinya
Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terdengar suara warga yang merekam kejadian tersebut menyampaikan keluhan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau Kang Dedi, seraya berharap adanya perhatian dari pemerintah.
View this post on Instagram
Ketua RW setempat, Hadim, mengatakan bahwa kerusakan jalan di wilayah tersebut sudah lama dikeluhkan warga, namun belum mendapat penanganan yang memadai.
“Jalan utama ini hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, apalagi saat musim hujan. Tidak ada pilihan lain selain menandu Bu Nur ke puskesmas,” ungkap Hadim.
BACA JUGA:Film 'Ozora': Luka Jakarta Selatan Diangkat ke Layar Lebar di 2025
Selama proses evakuasi, kondisi Nur semakin kritis. Warga akhirnya memutuskan untuk membawanya ke puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit di Sukabumi. Kepala bayi bahkan sudah terlihat saat Nur tiba di fasilitas kesehatan.
Beruntung, proses persalinan dapat segera ditangani oleh tenaga medis dan berjalan lancar. Ibu dan bayi selamat.
Kisah perjuangan ini memantik empati dari masyarakat luas setelah tersebar di media sosial. Banyak warganet menyuarakan keprihatinan terhadap lambannya pembangunan infrastruktur di daerah pelosok dan mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera melakukan perbaikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: