Jokowi Diprediksi Jadi Ketum PSI, Tanggapan PDIP: Kita Doakan
Jokowi dan Kaesang Pangarep--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) digadang-gadang akan menjadi Ketua Umum (Ketum) PSI.
Terlebih Jokowi sudah memberi sinyal bakal maju menjadi calon Ketum PSI dalam pemilu PSI.
Terkait potensi Jokowi menjadi Ketum PSI, politisi PDI Perjuangan (PDIP) Aria Bima enggan menanggapi serius.
Sebab, hal itu merupakan hak independensi dan kedaulatan partai.
BACA JUGA:Puisi Cinta 8 Bait Era Instagram, Ekspresi Luka Dalam dan Penyembuhan Hati
"Urusan PSI kok tanya saya, kan internal PSI. PDIP menyalonkan siapa kan internal PDIP, tidak dicampuri. PSI punya independensi untuk memutuskan siapa pun, itu hak setiap organisasi," kata Aria Bima kepada wartawan di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, 14 Mei 2025 malam.
Ia mengatakan PDIP menghormati kongres yang digelar oleh semua partai. Lebih lanjut, Aria berharap kongres PSI bisa menjadi instrumen penguat demokrasi.
"Kongres partai kita hormati, kita menghormati seluruh partai di Indonesia ini untuk memberikan semacam pengabdian kepada bangsa lewat demokratisasi," ujar dia.
"Kita harapkan kongres PSI juga menjadikan instrumen penguat demokrasi dan menguatkan berbagai hal yang menyangkut dinamika nasional," sambung Aria Bima.
BACA JUGA:iBox Tawarkan Diskon Gila-Gilaan untuk iPhone! Harga Turun Hingga 41% di Mei 2025
Sebagaimana diketahui, PSI resmi membuka pendaftaran bakal calon ketua umum baru, mulai Selasa, 13 Mei 2025.
Waketum PSI Andy Budiman menyatakan bahwa pintu pendaftaran terbuka bagi siapa pun selama memenuhi syarat.
"Apakah Pak Jokowi akan menjadi calon? Kita doakan, Mas," kata Andy.
Sementara itu, Presiden ketujuh RI Joko Widodo menyiratkan kemungkinan bakal maju sebagai kandidat Ketum PSI. Ia mengatakan hal itu masuk dalam perhitungannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: