Driver Ojol Semarang Jadi Korban Order Fiktif Rugi Jutaan Rupiah, Begini Respon Gojek
Tangkapan layar driver ojol Semarang jadi korban order fiktif--
SEMARANG, RADARPENA.CO.ID – Seorang driver ojek online (ojol) di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi korban order fiktif yang mengakibatkan kerugian hingga ratusan ribu rupiah.
Insiden ini kembali menyoroti ancaman penipuan digital yang kerap menimpa para mitra pengemudi layanan transportasi daring.
Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, pengemudi tersebut terlihat terduduk lemas di pinggir jalan, dikelilingi puluhan bungkus makanan dari berbagai merek ternama seperti Starbucks, McDonald's, dan kue Bandung.
Perekam video menyebut bahwa kejadian serupa telah beberapa kali terjadi kepada mitra driver lainnya.
BACA JUGA:Amnesty Desak DPR Bentuk Tim Pencari Fakta Tragedi Ledakan Amunisi TNI di Garut
"Kena fiktif Starbucks, kue bandung, satunya McD. Sing pesen mbangeti (keterlaluan), ki masih ada orderan fiktif," ujar suara dalam video yang viral.
Respon Gojek
Menanggapi kejadian tersebut, Strategic Regional Head Gojek untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, Farid Isnawan, mengonfirmasi bahwa order fiktif memang terjadi dan menyasar mitra Gojek di Semarang.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak Gojek menyatakan akan mengganti seluruh kerugian yang dialami mitra akibat order fiktif tersebut.
View this post on Instagram
Selain itu, perusahaan juga berkomitmen untuk memperkuat sistem keamanan demi mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
BACA JUGA:Panduan Salat di Pesawat saat Ibadah Haji, Sah atau Perlu Diulang?
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak dalam ekosistem Gojek, serta melakukan langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tambah Farid.
Insiden ini menambah daftar panjang kasus penipuan digital yang merugikan pengemudi ojek online. Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan layanan digital serta melaporkan segala bentuk kecurangan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: