ART Tampar Majikan di Cilacap, Ngakunya Punya Gangguan Mental
Tangkapan layar aksi penamparan dan permintaan maaf ART Cilacap yang lakukan kekerasan terhadap majikannya--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kasus kekerasan dalam rumah tangga kembali menyita perhatian publik setelah seorang Asisten Rumah Tangga (ART) di Cilacap, Jawa Tengah, tular karena diduga melakukan kekerasan fisik terhadap majikannya.
Insiden tersebut terjadi pada 7 Mei 2025 dan dengan cepat menyebar di media sosial, memicu kecaman luas dari masyarakat.
Pelaku, yang diketahui berinisial M, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui sebuah video klarifikasi yang kini beredar luas di berbagai platform digital.
Dalam video tersebut, M mengungkapkan penyesalan atas tindakannya dan mengakui kesalahan yang diperbuat.
BACA JUGA:Laporan Ridwan Kamil Naik Penyidikan, Lisa Mariana Ngebet Diperiksa Polisi
Saya Tidak Bisa Mengendalikan Emosi
Dalam pernyataannya, M mengaku bahwa tindakannya dipicu oleh ketidakstabilan emosi serta pengaruh negatif dari pihak lain.
“Saya yang salah. Saya tidak bisa menjaga lisan saya dengan baik dan mudah dimanipulasi orang lain,” ucap M dengan nada penuh penyesalan.
View this post on Instagram
Lebih lanjut, M menjelaskan bahwa dirinya mengalami gangguan kesehatan mental yang menyebabkan sulit mengendalikan emosi. Ia juga menegaskan bahwa selama bekerja, dirinya tidak pernah diperlakukan buruk oleh majikan.
“Majikan saya selalu memperlakukan saya dengan baik. Justru saya menyesal karena sudah bersikap kasar,” katanya dalam video yang kini menjadi sorotan publik.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula dari ketidaksenangan M terhadap arahan kerja yang diberikan oleh majikan.
BACA JUGA:Richard Lee Ungkap Dugaan Penipuan oleh Aldy Maldini dan Ancaman Penyebaran Chat Pribadi
Situasi memanas ketika M mulai mengirim pesan WhatsApp berisi kata-kata kasar, termasuk menyebut majikannya dengan istilah merendahkan seperti “setan” dan “iblis”.
Ketegangan memuncak ketika majikan, yang saat itu sedang menggendong anaknya, mencoba berdialog secara baik-baik.
Namun, M menolak berdamai dan secara tiba-tiba menampar sang majikan. Aksi tersebut sempat terekam CCTV dan menjadi bagian dari bukti yang dikumpulkan korban.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: