Viral Video Perjuangan Guru SD di Jambi: Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Rusak Agar Bisa Mengajar
Tangkapan layar video viral perjuangan guru SD di Jambi bertaruh nyawa demi mengajar --
MERANGIN, RADARPENA.CO.ID - Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan guru-guru Sekolah Dasar (SD) menyeberangi jembatan gantung rusak di Desa Simpang Limbur, Kabupaten Merangin, Jambi, viral di media sosial.
Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju sekolah tempat mereka mengajar.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @rinidiansukma pada Minggu (11/5), dan menunjukkan kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan.
Beberapa papan kayu jembatan sudah hilang, menyisakan tali jembatan yang digunakan para guru untuk menyeberang dengan hati-hati.
BACA JUGA:Viral Video Detik-detik Warga di Garut Bongkar Bom Diduga Sebelum Ledakan yang Tewaskan 13 Orang
Jembatan Rusak, Guru Tetap Mengajar
Dalam rekaman video, terlihat para guru melangkah perlahan satu per satu di atas tali jembatan, sambil menjaga keseimbangan di atas jurang yang dalam.
Meskipun kondisi membahayakan nyawa, semangat mereka untuk tetap hadir di kelas tak surut.
View this post on Instagram
Aksi heroik para guru ini memicu reaksi emosional dari warganet. Banyak yang merasa terharu sekaligus kagum atas dedikasi mereka dalam mendidik anak-anak di daerah terpencil.
Unggahan video perjuangan para guru ini juga dibagikan ulang oleh akun TikTok @Rieny pada Senin (12/5/2025), dengan keterangan:
“Karena jembatan gantung sedang diperbaiki, guru-guru SD di Desa Simpang Limbur Merangin terpaksa bertaruh nyawa melewati jembatan yang bolong.”
Kolom komentar pun dipenuhi dukungan dan doa dari warganet. Akun @aiss menulis, "Sehat selalu bu," sedangkan akun @Roza berkomentar, "Waduh,,, semangat cekgu. Kalau aku nyerah takut ketinggian."
BACA JUGA:Berlaku sampai 23 Mei 2025, PLN Promo Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen
Perlu Perhatian Pemerintah
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya infrastruktur yang layak di wilayah pedalaman. Kondisi jembatan yang rusak parah dinilai membahayakan keselamatan masyarakat, terlebih bagi para guru yang harus menyeberanginya setiap hari demi menjalankan tugas pendidikan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pusat segera memberikan solusi agar akses pendidikan tidak terganggu, dan keselamatan guru serta siswa tetap terjamin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: