Video Aksi Premanisme Ormas: Sambil Mabuk Minta Karung ke Gudang Ekspedisi di Karawang
Tangkapan layar ormas minta jatah preman--
KARAWANG, RADARPENA.CO.ID – Aksi pemalakan oleh sekelompok orang yang mengaku bagian dari organisasi kemasyarakatan (ormas) kembali terjadi di Karawang, Jawa Barat.
Kali ini, gudang ekspedisi Shopee yang berlokasi di Jalan Baru Tanjungpura menjadi sasaran. Para pelaku mendatangi lokasi secara berkala dan meminta jatah karung dalam jumlah besar, antara 50 hingga 100 buah, tanpa dasar yang jelas.
Insiden ini menjadi viral di media sosial setelah video dan laporan para pekerja menyebar luas, memperlihatkan aksi para pelaku yang kerap datang dalam kondisi mabuk dan memaksa pegawai memberikan karung.
BACA JUGA:Video Momen Mengerikan Kapal Wisata Tenggelam di Pulau Tikus Bengkulu, 7 Orang Tewas
Menurut pengakuan Yusuf, salah satu pegawai ekspedisi, para pelaku biasanya datang malam hari dalam jumlah sekitar 10 orang.
Mereka berdalih bahwa karung-karung tersebut akan digunakan untuk mengangkut tanah urug, namun permintaan tersebut jelas bukan bagian dari prosedur resmi perusahaan.
View this post on Instagram
“Mereka datang malam-malam, mabuk, dan langsung minta karung. Kadang seminggu sekali, kadang tiga hari sekali. Jumlahnya bisa 100 karung,” kata Yusuf.
Meski tidak ada ancaman kekerasan secara eksplisit, para pekerja mengaku merasa terintimidasi. “Kami takut, karena mereka datang beramai-ramai dan tidak dalam kondisi sadar,” imbuhnya.
BACA JUGA:Viral ! Video Mesum 58 Detik, Diduga di Sebuah Tempat Karaoke di Wakatobi
Karung-karung yang diminta para pelaku sejatinya merupakan aset milik perusahaan yang digunakan dalam operasional logistik. “Kalau terus diambil, ya kita nombok. Ini bukan hak mereka,” tegas Yusuf.
Pihak gudang sejauh ini belum melaporkan kejadian ini ke polisi, dan hanya berkoordinasi dengan pengamanan internal yang dikoordinasi oleh seorang mantan personel TNI.
Yusuf dan rekan-rekannya berharap, setelah kasus ini mencuat di media, aksi serupa tidak terulang lagi. Ia menyampaikan harapan agar aparat penegak hukum turut turun tangan menindak tegas aksi premanisme berkedok ormas.
“Semoga setelah viral, mereka berhenti datang ke sini. Kami hanya ingin bekerja dengan tenang,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: