Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Faisal SE Ungkap Temuan Baru Penyebab Stunting

Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Faisal SE Ungkap Temuan Baru Penyebab Stunting

Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Faisal, SE, mengungkapkan temuan penting dalam penanganan stunting setelah evaluasi program intervensi gizi selama ini--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Penanganan stunting harus menjadi prioritas utama di Kota Bekasi terutama bagi Puskesmas yang sudah memiliki data tersebut.

 

Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Faisal, SE, mengungkapkan temuan penting dalam penanganan stunting setelah evaluasi program intervensi gizi selama ini.

BACA JUGA:Reses Anggota DPRD Kota Bekasi Nuryadi Dhamawan Masalah Kesehatan jadi Skala Prioritas

Berdasarkan pilot project di Puskesmas Bekasi Barat, penyakit bawaan seperti anemia dan gangguan paru-paru terbukti menjadi akar masalah yang selama ini membuat penurunan angka stunting tidak signifikan.

 

Temuan Mengejutkan dari Pilot Project, Program percontohan yang digagas Pemkot Bekasi menemukan fakta baru yakni, balita stunting di lokasi studi memiliki penyakit bawaan seperti Anemia, Infeksi saluran pernapasan menjadi faktor penghambat penyerapan gizi.

“Selama ini kita fokus beri makanan bergizi, tapi ternyata ada penyakit yang harus disembuhkan dulu. Ini game changer dalam penanganan stunting,” tegas Faisal kepada radarpena pada, Senin 28 April 2025 di ruang Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi.

BACA JUGA:Fokus pada Fundamental Kinerja, Ini Strategi BRI Untuk Tumbuh Berkelanjutan

Data Mengkhawatirkan di Bekasi, Berdasarkan data yang di ungkapkan Wakil Ketua DPRD, rata-rata 10-50 kasus stunting per kelurahan.

BACA JUGA:3.224 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi, 83 Persen Berisiko Tinggi

Faisal mendorong langkah strategis untuk pemeriksaan medis menyeluruh untuk semua balita stunting.

“Tentunya adanya anggaran khusus pemeriksaan penyakit bawaan di APBD Perubahan program penanganan khusus stunting di puskesmas se-Kota Bekasi."

“Tak cukup hanya di Bekasi Barat. Kita butuh pemeriksaan serupa di semua wilayah pada 12 Kecamatan,” tegas politisi Partai Golkar ini.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: