Dendam Kesumat Israel ke Paus Fransiskus, Ogah Hadiri atau Kirim Utusan saat Pemakaman

Dendam Kesumat Israel ke Paus Fransiskus, Ogah Hadiri atau Kirim Utusan saat  Pemakaman

Pemimpin negara yang membenci Paus Fransiskus--

Pada tahun 2018, Paus menyerukan status quo Yerusalem sebagai kota suci bagi tiga agama (Yudaisme, Kristen, dan Islam) dan menentang langkah sepihak Israel. Menurut Reuters (2019), Vatikan menganggap Yerusalem Timur sebagai bagian dari tanah Palestina yang diduduki, sementara Israel mengklaim kedaulatan penuh atas kota tersebut. 

Pernyataan Paus ini dianggap sebagai serangan terhadap legitimasi Israel atas Yerusalem. Selain itu, Paus Fransiskus juga mendorong dialog internasional untuk menyelesaikan sengketa Yerusalem, yang dianggap Israel sebagai upaya untuk melemahkan posisi mereka. 

Sikap tegas Paus dalam isu ini membuat banyak politisi dan media Israel memandangnya sebagai musuh

BACA JUGA:Gerah Dituding Dukung Israel, Anggun C Sasmi Bakal Lapor Polisi

3. Tuduhan Anti-Semitisme dan Hubungan dengan Organisasi Pro-Palestina

Meskipun Paus Fransiskus berulang kali menegaskan penolakannya terhadap anti-Semitisme, beberapa kalangan di Israel menuduhnya memiliki kedekatan dengan kelompok-kelompok yang dianggap anti-Israel. 

Pada tahun 2020, ia bertemu dengan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, yang dianggap Israel sebagai pemimpin organisasi teroris.

Menurut Jerusalem Post (2022), pertemuan tersebut memicu protes keras dari pemerintah Israel, yang menganggap Paus tidak sensitif terhadap keamanan Israel.

Beberapa politisi Israel bahkan menuduh Paus Fransiskus mendukung gerakan yang ingin menghancurkan Israel. Selain itu, Vatikan di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus juga mendukung resolusi PBB yang mengkritik kebijakan pemukiman Israel. 

Hal ini semakin memperuncing hubungan antara Gereja Katolik dan Israel, yang menganggap Paus Fransiskus tidak adil dalam menyikapi konflik Israel-Palestina.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: