Lampung Dilirik Jadi Proyek Percontohan Pertanian Modern oleh Investor Tiongkok
Pertemuan antara Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan calon investor dari Tiongkok di Mahan Agung, rumah dinas Gubernur Lampung, Sabtu (26/4/2025).--
Menjawab pertanyaan mengenai preferensi kualitas beras, Gubernur menjelaskan bahwa beras medium justru lebih diminati karena harganya kompetitif dengan mutu yang tetap terjaga.
“Lampung memiliki potensi besar sebagai pusat pangan nasional. Sebagian besar pasokan beras ke Jakarta berasal dari sini. Jika kualitas dan efisiensi terus meningkat, Lampung bisa menjadi episentrum pangan strategis, bahkan untuk ekspor ke negara tetangga seperti Singapura,” jelasnya.
BACA JUGA:YKK Jepang Kenalkan Ritsleting Otomatis, Buka-Tutup Cukup Tekan Satu Tombol
Dari sisi sumber daya manusia, lanjut Kiyai Mirza—sapaan akrab Gubernur—Lampung juga memiliki modal demografi yang kuat.
“Kami adalah provinsi dengan populasi ketujuh terbesar di Indonesia, dengan 68 persen penduduk berada pada usia produktif. Ini kekuatan besar untuk mendukung sektor pertanian dan industri lainnya. Selain itu, Lampung juga merupakan salah satu provinsi paling aman untuk berinvestasi,” tegasnya.
Ketua APINDO Lampung, Ary Mezari Alfian, S.E., MBA., menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat diplomasi regional antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya dengan Provinsi Shandong yang memiliki karakteristik serupa dalam pengembangan sektor pertanian dan industri.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya bersama Tainuo (Shenzhen) Energy and Power Service Co., Ltd. tengah memfasilitasi pertemuan resmi antara Gubernur Lampung dan Gubernur Shandong, serta delegasi pelaku usaha dari kedua belah pihak.
BACA JUGA:7 Kesalahan Umum di Stasiun Pengisian EV dan Cara Menghindarinya
Penandatanganan kerja sama ini dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei 2025.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdurachman sebagai bagian dari rencana investasi di sektor ekowisata. Rencana pengembangan meliputi pembangunan teropong bintang, hotel, serta fasilitas wisata lainnya.
“Saya sangat tertarik mengajak investor dari Tiongkok ke Lampung. Potensinya luar biasa, tak hanya di bidang pertanian tetapi juga dalam pengembangan kawasan wisata,” tutup Mr. Wang. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: