USG Berbasis AI: Bisa Tekan Kasus Kanker hingga Kematian Ibu-Bayi

USG Berbasis AI: Bisa Tekan Kasus Kanker hingga Kematian Ibu-Bayi

USG Berbasis AI: Bisa Tekan Kasus Kanker hingga Kematian Ibu-Bayi-Istimewa -

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin luas diterapkan di berbagai sektor, termasuk dalam dunia kesehatan.

Khususnya dalam bidang pencitraan medis seperti ultrasonografi (USG), AI dinilai mampu meningkatkan akurasi diagnosis dan mempercepat deteksi dini berbagai penyakit berbahaya.

Seiring meningkatnya kebutuhan akan alat kesehatan canggih, penerapan AI pada perangkat ultrasonik memberi nilai tambah besar dalam menunjang proses diagnosis serta pemantauan kondisi pasien. 

Dengan teknologi ini, deteksi dini terhadap penyakit serius, mulai dari kanker hingga upaya pencegahan kematian ibu dan bayi, dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.

USG di Puskesmas untuk Akses Pemeriksaan Lebih Merata

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Lucia Rizka Adalusia, menekankan pentingnya penyediaan alat USG di puskesmas-puskesmas. 

Menurutnya, tidak semua masyarakat memiliki kemudahan akses menuju rumah sakit besar, apalagi dengan biaya tambahan yang mungkin membebani.

BACA JUGA:Hasil Barcelona vs Real Madrid 3-2: Gol Kounde Bawa EL Blaugrana Juara Copa del Rey

BACA JUGA:Lahan Pemakaman Terbatas, DPRD Kota Bekasi Pastikan Anggaran Untuk Lahan TPU di Dua Kecamatan

"Tidak semua orang punya akses ke rumah sakit, belum lagi nanti harus bayar. Dengan kita memberikan ke puskesmas-puskesmas, ibu-ibu hamil yang ada di setiap daerah tersebut dapat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan kehamilannya dengan USG," terang Rizka ketika ditemui di Jakarta, 23 April 2025.

Begitu pula dengan pemeriksaan kanker payudara yang bisa memberikan akurasi lebih tinggi dibanding menggunakan metode manual Sadari (periksa payudara sendiri).

"USG ini bukan hanya untuk memeriksa (antenatal), tapi juga dapat digunakan untuk memeriksa, melakukan skrining kanker payudara. Tentu akurasnya jauh lebih tepat dibanding kalau hanya Sadari saja," paparnya.

Sebagai informasi, kemampuan AI memungkinkan pengolahan data pencitraan secara otomatis, membantu dokter dalam mengidentifikasi kelainan atau anomai dengan lebih cepat dan akurat.

Tak hanya itu, algoritma AI juga mendukung pengambilan keputusan klinis berbasis data, mengurangi potensi kesalahan manusia, serta meningkatkan konsistensi dalam interpretasi hasil pencitraan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait