Lampung CSR Award 2025: Apresiasi Program CSR Berdampak bagi Masyarakat & Lingkungan
Suasana rapat persiapan kegiatan Lampung CSR Award (LCA) 2025 di Kantor Bappeda Lampung, Jumat 25 April 2025.--
LAMPUNG, RADARPENA.CO.ID – Sebagai bagian dari pelaksanaan Lampung CSR Award (LCA) 2025, pada 25 April 2025 telah dilaksanakan rapat persiapan kegiatan yang dipimpin Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian Bappeda, Ridwan Saifuddin.
Selain dinas terkait, rapat juga dihadiri Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Provinsi Lampung, Romi Junanto Utama, Ketua Forum CSR Lampung, Veronika Saptarini, serta Anshori Djautsal, budayawan yang mewakili tokoh masyarakat.
Rapat membahas berbagai aspek teknis dan strategis agar pelaksanaan berjalan lancar serta berdampak maksimal bagi dunia usaha dan pembangunan berkelanjutan di Lampung. Selain itu juga membahas upaya agar semakin banyak perusahaan mendapatkan informasi kegiatan ini, serta menginformasikan program atau kegiatan CSR yang telah mereka lakukan.
Lampung CSR Award merupakan penghargaan dari Gubernur Lampung bagi badan usaha, baik perusahaan swasta, BUMN, BUMD, UKM, maupun lembaga pemerintah, yang aktif melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
BACA JUGA:
- 10 Inovasi Teknologi Terbaru 2025 yang Mengubah Dunia Digital Secara Drastis, Siapkan untuk Masa Depan
- Lowongan Kerja Ajinomoto Indonesia 2025: Kesempatan Emas untuk Lulusan D3 hingga S1!
Acara itu terbuka bagi berbagai sektor, termasuk Bank Indonesia, BPJS, dan institusi lain yang memiliki program CSR atau TJSL. Penghargaan bertujuan mengapresiasi dunia usaha dan lembaga pemerintah yang telah mendukung pembangunan berkelanjutan, mencapai SDGs, serta berperan aktif dalam pelestarian lingkungan.
Keterbukaan dan Dampak Positif CSR
Ketua Forum CSR Lampung yang juga Ketua Pusat Studi Universitas Bandar Lampung (UBL), Veronika Saptarini, menyatakan, semua perusahaan yang menjalankan bisnis dalam komitmen jangka panjang pasti telah melakukan program CSR atau TJSL. Namun, karena kurangnya informasi atau laporan yang disampaikan kepada pemerintah, banyak yang tidak diketahui masyarakat luas.
"Kami berharap penghargaan ini jadi momentum bagi pemerintah dan dunia usaha untuk saling terbuka dan mendukung agar CSR memberikan manfaat lebih optimal," katanya.
Menurutnya, CSR bukan sekadar soal nominal dana yang diberikan, tetapi lebih pada komitmen mewujudkan bisnis berkelanjutan, ramah lingkungan, dan ramah sosial. Karena itu, penghargaan ini juga diberikan kepada UKM, sebagai bentuk pengakuan terhadap usaha kecil yang turut berkontribusi bagi masyarakat.
BACA JUGA:
- ASUS Zenbook A14 OLED Resmi Meluncur: Laptop Ultra-Ringan: Tangguh, dan Penuh Kecerdasan Buatan!
- Prediksi Inter Milan vs AS Roma Serie A27 April 2025: Beban Berat Sang Juara Bertahan
Saptarini juga menambahkan, "CSR bukan hanya tentang memenuhi kewajiban hukum, tetapi tentang membangun nilai lebih bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian berkelanjutan. Karena itu, pelaksanaan program CSR sebaiknya sejalan dengan strategi perusahaan, termasuk analisis dampak positif dan solusi terhadap dampak negatif usaha."
Untuk mendukung kegiatan itu, FCL juga memberi konsultasi gratis bagi perusahaan atau UKM yang akan menyusun laporan mereka. ”Hubungi sekretariat bersama FCL,” kata Rini.
Budayawan Anshori Djautsal berpendapat, CSR penting sebagai strategi bisnis. "Program CSR masa kini harus memberikan manfaat bagi perusahaan, bukan sekadar memberi ke masyarakat atau lingkungan, tetapi juga berdampak positif bagi bisnis itu sendiri, misalnya menjadi sarana menjaring dan menumbuhkan loyalitas konsumen," katanya.
Djautsal juga berharap momen penghargaan itu menjadi ajang bagi perusahaan untuk menunjukkan bahwa bisnis yang sukses bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap sosial, budaya, dan lingkungan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: