Kecurangan UTBK 2025 Terungkap, Mulai dari Kamera di Behel hingga Remote Desktop
UTBK SNBT 2024--kemendikbud
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Ketua Umum Penanggung Jawab Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025, Eduart Wolok, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2025.
Dalam dua hari pertama pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), ditemukan sedikitnya 14 kasus kecurangan yang dilakukan peserta.
Berbagai Modus Teknologi Digunakan untuk Curang di UTBK
UTBK 2025 yang dimulai sejak 23 April hingga 5 Mei ini ternyata menjadi ladang penyalahgunaan teknologi.
Eduart menyebut modus kecurangan yang ditemukan semakin kompleks dan canggih. Pada konferensi pers daring yang digelar 24 April 2025, ia menyatakan bahwa peserta memanfaatkan beragam teknologi untuk memperoleh soal ujian secara ilegal.
“Modus-modus yang dilakukan terus berubah, bahkan ada yang menggunakan berbagai macam teknologi. Misalnya dengan mencoba mengambil soal menggunakan hardware, software, hingga memakai HP,” ujar Eduart.
Ia menambahkan, beberapa peserta bahkan menggunakan metode remote desktop atau melakukan konferensi jarak jauh untuk memperoleh bantuan dari pihak luar selama ujian berlangsung.
"Bahkan semua dengan cara konferensi atau melakukan remote desktop," tambahnya.
BACA JUGA:Hadiah Gratis! Kode Redeem Free Fire (FF) 26 April 2025, Dapatkan Skin Senjata hingga Bundle Langka
BACA JUGA:Bandara Hang Nadim Jadi Satu-satunya Bandara di Indonesia yang Gunakan Bahasa Korea
Seiring dengan berkembangnya teknologi, penyalahgunaan untuk berlaku curang juga membuat alat-alat perekam tersembunyi berhasil lolos dari pendeteksi metal (metal detector).
"Bahkan saat ini kita bisa menemukan ada kamera yang dipasang di behel gigi, ada yang di kuku, ikat pinggang dan kancing," bebernya.
Pihaknya pun menyayangkan aksi ini lantaran meruntuhkan integritas dan kejujuran demi mendapatkan nilai tinggi.
"Ini benar-benar sangat kami sayangkan. Kalau kita ingin dibilang, kami mengutuk cara-cara seperti ini karena ini sebenarnya untuk mengajarkan yang tidak baik untuk anak-anak kita sebagai peserta UTBK," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: