Terungkap Fakta Baru Tewasnya Wartawan Asal Palu Situr Wijaya di Hotel di Jakarta Barat

Terungkap Fakta Baru Tewasnya Wartawan Asal Palu Situr Wijaya di Hotel di Jakarta Barat

Situr Wijaya, wartawan asal Palu yang tewas di Hotel di kawawan Jakarta Barat--net

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Terungkap fakta baru tewasnya Situr Wijaya, wartawan asal Palu di sebuah hotel di kawasan Jakarta Barat. Ternyata sebelum tewas ada yang memesan ambulans.

Subadria Nuka dan Stein Siahaan, kuasa hukum dari pemilik dan sopir ambulans berinisial SF dan AS, mengungkapkan bahwa Situr Wijaya, wartawan yang ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sempat meminta dipesankan ambulans untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

Menurut penuturan Subadria, kehadiran SF dan AS ke lokasi hotel berawal dari permintaan seorang perempuan yang mengaku sebagai teman dekat korban.

Wanita tersebut menghubungi mereka untuk mengantarkan Situr Wijaya, yang saat itu disebut sedang sakit, ke rumah sakit.

BACA JUGA:Wartawan Media Online Ditemukan Tewas di Hotel D Paragon Kebon Jeruk, Ada Luka Lebam

“Klien kami datang ke hotel karena menerima pesanan ambulans dari seorang wanita. Ia menyebut bahwa temannya, seorang jurnalis, sedang sakit dan butuh dibawa ke rumah sakit di kawasan Kebon Jeruk,” ujar Subadria dalam keterangan tertulis, Senin (7/4).

Stein Siahaan menambahkan, pemesanan ambulans dilakukan melalui pesan singkat yang menyebutkan lokasi penjemputan di hotel kawasan Kebon Jeruk dan tujuan ke rumah sakit.

Namun, saat tiba di kamar hotel, Situr Wijaya ditemukan sudah tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa.

“Menurut klien kami, saat mereka tiba, korban sudah tidak bergerak dan diduga telah meninggal beberapa jam sebelumnya,” kata Stein.

Wanita yang memesan ambulans saat itu mengaku sebagai teman dari korban. Berdasarkan keterangan dari SF dan AS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik secara kasat mata pada tubuh korban.

BACA JUGA:Wartawan di Kalsel Ditemukan Tewas Mengenaskan di Tepi Jalan: Kondisinya Ada Luka Lebam, Dompet dan HP Hilang

Subadria menambahkan bahwa menurut penyidik, hasil awal pemeriksaan juga belum menunjukkan adanya indikasi kekerasan.

SF dan AS saat ini berstatus sebagai saksi dalam penyelidikan dugaan pembunuhan yang dilaporkan oleh kuasa hukum keluarga almarhum ke Polda Metro Jaya. Keduanya menjalani pemeriksaan pada Minggu (6/4) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

“Klien kami diperiksa sebagai saksi dalam laporan kepolisian nomor LP/B/2261/IV/2025/SPKT/Polda Metro Jaya terkait dugaan tindak pidana pembunuhan yang dilaporkan oleh kuasa hukum keluarga korban dari Palu, Sulawesi Tengah,” jelas Subadria.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: