Wanita Muda Ditemukan Tergeletak Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan di Bakauheni Lampung, Begini Kondisinya

Wanita Muda Ditemukan Tergeletak Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan di Bakauheni Lampung, Begini Kondisinya

Ilustrasi penemuan mayat-berbagai sumber-

KALIANDA, RADARPENA.CO.ID - Sosok wanita muda ditemukan tergeletak tak bernyawa di sebuah rumah kontrakan di di Dusun Kenyayan, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan.

Wanita muda tersebut ditemukan pada 23 Maret 2025 lalu dengan kondisi mengenaskan yaitu atau bekas jeratan di leher dan lebam di bagian kepala.

Kini pembunuh wanita muda tersebut telah ditangkap polisi. Pembunuh wanita muda tersebut tak lain adalah sang suami sendiri.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusrinadi Yusrin, mengatakan, pihaknya telah menangkap Herman, suami wanita mudah yang ditenukab tekah jadi mayat.

BACA JUGA:Indonesia Dikenaikan Kenaikan Tarif Impor 32 Persen oleh Amerika, Begini Kadin Respon

"Setelah dilakukan penyelidikan lebih intensif, akhirnya pelaku bernama Herman yang merupakan suami korban sendiri berhasil diamankan jajaran gabungan dari Polsek Penengahan dan Satreskrim Polres Lampung Selatan," kata dia.

Menurutnya, kasus penemuan jasad seorang wanita muda berinisial WD yang ditemukan di sebuah kamar kontrakan di Desa Bakauheni sempat membuat geger warga setempat.

Dirinya menerangkan, bahwa pelaku sempat melarikan diri ke daerah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, usai melakukan aksi kekerasan yang menyebabkan WD meninggal dunia.

"Pelaku menganiaya korban dengan cara dipukul, lalu menghantamkan kepala korban ke lantai serta menjerat leher korban dengan sebuah kabel. Nah, setelah melakukan tindakan tersebut, pelaku ini langsung melarikan diri ke daerah Tanjung Priok, lalu tak lama diamankan petugas kepolisian," katanya.

BACA JUGA:Tim USAR Indonesia Evakuasi 5 Jasad Korban Gempa Myanmar, EMT Siap Dirikan Rumah Sakit Lapangan

Sementara itu, Herman yang merupakan pelaku pembunuhan mengaku, awalnya dirinya tidak berniat untuk membunuh sang istri namun dirinya kesal, lantaran WD terus-terusan meminta untuk bercerai.

"Saya sayang dengan istri saya, saya tidak ada niat untuk membunuhnya, karena terus meminta bercerai, makanya hilaf dan melakukan aksi tersebut," ucap Herman.

Herman mengaku, bahwa ia memukul korban dan menghantamkan kepala korban ke lantai kontrakan, lalu menjerat leher sang istri menggunakan sebuah kabel.

"Setelah itu saya keluar kontrakan dan ke daerah Tanjung Priok. Disana saya tidak bekerja seperti biasa dan tidak tahu kalau istri saya sampai meninggal dunia," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait